Ilustrasi wanita yang mengalami sakit jantung. (pinterest/freepik)

Dokter spesialis jantung Mount Sinai Hospital Morningside yang berbasis di New York AS Alan Rozaki menjelaskan, olahraga adalah tonik atau penyegar tubuh.
Semakin sering orang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik, orang bisa mendapatkan manfaat maksimal, termasuk kondisi jantung yang sehat.
Beauty bisa memulai olahraga ringan seperti jalan pagi atau joging selama 30 menit perhari. Bisa juga menambah porsi olahraga dan mencoba latihan aerobik, seperti berenang atau bersepeda.

Makanan tinggi nutrisi dan gizi, seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, ikan, dan lemak sehat dapat membuat jantung lebih sehat. Seperti ikan salmon, oatmeal, buah berry, biji-bijian utuh, serta aneka sayuran hijau.

Stres memicu gaya hidup tak sehat yang bisa memicu penyakit jantung, seperti merokok, konsumsi junkfood, dan minuman beralkohol. Kita perlu mengelola atau memanajemen stres dengan melakukan hobi, senam yoga, dan latihan pernapasan.

Kelebihan berat badan atau obesitas terutama di area perut (visceral) dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Untuk menjaga berat badan ideal, kamu tak perlu terlalu ngoyo berpuasa atau hanya makan dengan porsi sangat sedikit. Kamu juga bisa makan dengan porsi yang sama, tapi perlu menambahkan protein, sayur, dan buah-buahan. Selain itu, lakukan aktivitas fisik untuk mengurangi leman dan menambah massa otot.
Untuk menjaga berat badan, kamu perlu berkonsultasi terlebih dulu dengan ahli gizi untuk mengetahui menu dan porsi yang tepat.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.