Bau Badan (Pinterest/Edited by HerStory)
Siapa sih yang engga mengandalkan deodoran untuk mengusir bau badan? Di masa yang serba praktis dan banyak beraktivitas ini bikin produk ini laris manis di pasar. Selain efektif mencegah keringat, deodoran juga dapat dipakai kapan pun dan dimana pun. Moms bisa memilih berbagai jenis deodoran mulai dari roll on, spray, hingga lotion setiap harinya. Tapi, perlu diingat kalau Moms harus memperhatikan bahan-bahan yang terkandung dalam deodoran. Pastikan barang yang dipakai aman dipakai untuk ibu hamil ya Moms. Kalau masih ragu, Moms bisa menanyakannya pada dokter.
Mandi emang penting banget dan udah jadi kebutuhan ya Moms. Apalagi cuaca di Indonesia yang cenderung panas ini bisa bikin produksi keringat jadi lebih banyak. Sudah cuaca panas, suhu badan juga meningkat karena kehamilan. Engga jarang Moms yang sedang mengandung akan memproduksi keringat berlebih dan bikin bau badan. Karena itu, Moms harus rajin mandi minimal dua kali sehari ya. Buat Moms yang punya kulit kering atau sensitif, sabunnya bisa menyesuaikan. Pastikan sabun yang dipakai engga bikin kulit jadi kering ya Moms. Kulit badan yang dehidrasi justru akan membuat keringat menjadi lebih banyak.
Satu lagi yang perlu diperhatikan, yaitu rambut di beberapa daerah tertentu seperti ketiak dan kemaluan. Pertumbuhan rambut yang cukup signifikan di beberapa daerah ternyata bisa bikin aroma yang engga enak Moms. Rambut yang terlalu lebat akan meningkatkan produksi keringat sekaligus tempat bersarangnya bakteri. Jadi engga heran kalau rambut di daerah tertentu engga dicukur rutin membuatnya mengeluarkan bau engga sedap. Selain itu, bisa jadi muncul berbagai penyakit seperti keputihan. Karena itu, Moms harus rajin mencukur ya. Untuk daerah kemaluan, Moms bisa engga sepenuhnya mencukur agar engga iritasi.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.