Menu

Survei: Selain Menyukai Sistem Kerja Hybrid, Pekerja di RI Memprioritaskan Work Life Balance dan Pengembangan Karir, Kamu Termasuk Beauty?

01 Maret 2023 12:14 WIB
Survei: Selain Menyukai Sistem Kerja Hybrid, Pekerja di RI Memprioritaskan Work Life Balance dan Pengembangan Karir, Kamu Termasuk Beauty?

Ilustrasi wanita yang sedang bekerja. (Unsplash/Edited by HerStory)

HerStory, Jakarta —

Beauty, tahukah kamu, meskipun kemungkinan adanya perlambatan ekonomi, tahun 2023 tetap menjadi periode yang ramai untuk pencari kerja di Asia Tenggara dan Hong Kong, menurut SEEK, perusahaan induk dari aplikasi pengembangan karir dan pencarian kerja ternama di Asia JobStreet dan JobsDB. 

Hal tersebut didukung oleh temuan dari studi baru yang berjudul "Apa yang Diharapkan Pekerja Diketahui Oleh Perusahaan: Membuka Pintu Masa Depan Rekrutmen", yang dirilis hari ini oleh SEEK, Boston Consulting Group (BCG), dan The Network, sebuah aliansi global dari situs web rekrutmen yang JobStreet oleh SEEK dan JobsDB miliki.

Studi tersebut mewawancarai sebanyak 97.324 responden di Indonesia, Hong Kong, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Ditemukan bahwa 34% responden aktif mencari pekerjaan baru. Tiga motivasi utama untuk mencari pekerjaan baru adalah mencari posisi yang lebih menarik atau jenjang karir yang lebih tinggi (49%), kurangnya kesempatan perkembangan karir di tempat kerja (30%), dan tak puas dengan gaji dan tunjangan di tempat kerja (27%).

Menurut studi tersebut, pasar tenaga kerja di Indonesia sangat kompetitif, dengan 76i responden mengungkapkan bahwa mereka mendapatkan tawaran pekerjaan beberapa kali dalam setahun dengan tawaran pekerjaan dengan berbagai bidang. 43% responden di Indonesia mengatakan bahwa work life balance menjadi prioritas utama dalam memilih pekerjaan. 

Selain itu, 42% responden menyatakan bahwa kesempatan jenjang karir merupakan atribut yang sangat penting dalam memilih pekerjaan. Walaupun ada kemungkinan terjadinya resesi, para pencari kerja di Indonesia tetap percaya diri dengan daya tarik dan kemampuan mereka untuk mencari peluang karir baru. 

Faktanya, studi ini menemukan bahwa 74% responden mendapatkan penawaran peluang kerja beberapa kali dalam setahun — dan 75% orang Indonesia merasa bahwa mereka berada dalam posisi tawar yang kuat saat mencari pekerjaan. Dalam data tersebut, ketika mendekati peluang kerja, 43% responden Indonesia akan menolak peluang kerja yang menarik jika mendapat pengalaman rekrutmen yang buruk.

Peter Bithos, selaku Chief Executive Officer, Asia, SEEK, menanggapi, saat menghadapi kemungkinan terjadinya resesi, perusahaan berada di posisi kuat dalam pasar tenaga kerja karena tren perekrutan semakin ketat. 

“Namun, kami yakin situasinya kali ini berbeda karena banyak perusahaan di Asia masih belum pulih dari pekerjaan yang berkurang selama pandemi. Meskipun pertumbuhan pasar pekerjaan mungkin melambat selama masa pandemi, tak diragukan bahwa sekarang pasar pekerjaan tetap sangat penting, jadi krusial bagi perusahaan untuk mengetahui cara menarik, merekrut, dan mempertahankan bakat,” tutur Peter Bithos, dalam keterangannya, Rabu (1/3/2023).

Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa pekerja di bidang IT merupakan talenta yang paling dicari di Indonesia, Hong Kong, Malaysia, Filipina, dan Singapura, karena mereka sering kali mendapatkan penawaran kerja setiap minggu dan bulan.

"Meskipun ada gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan teknologi di kawasan Asia Tenggara dan di seluruh dunia, kebutuhan tenaga kerja dengan ahli dalam bidang teknologi masih tetap tertinggi berdasarkan temuan di laporan. Ini sesuai dengan pengamatan SEEK tentang peningkatan iklan lowongan pekerjaan untuk peran teknologi sebesar 29% YoY (2021 dibandingkan dengan 2022) di Asia Tenggara, berdasarkan data dari platform JobStreet oleh Seek dan JobsDB kami," tutup Bithos.

Baca Juga: Gaji Mbak Lala Selama Kerja 9 Tahun dengan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Terkuak, Bisa Beli 2 Motor?!

Baca Juga: Sanggup Gak Sih Biayai Bilqis? Terkuak Gaji Tunangan Ayu Ting Ting, Benarkah Gak Sampai Seperempat Biaya Manggung Sang Biduan?

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman: