Proses Perekrutan yang Ideal
Survei ini juga membuktikan beberapa fakta terkait proses perekrutan dan memberikan wawasan tentang apa yang diinginkan pencari kerja dalam proses perekrutan, antara lain:
- Proses yang lancar dan tepat waktu merupakan cara utama bagi perusahaan untuk unggul selama proses perekrutan (67%), karena 49% akan menolak tawaran pekerjaan meskipun penawaran yang menarik, jika mereka menghadapi pengalaman proses yang negatif.
- Mayoritas pencari kerja Indonesia (52%) akan menghargai telepon dari calon manajernya untuk membantu mereka membuat keputusan dan menghargai keterbukaan untuk bernegosiasi.
- Platform rekrutmen adalah saluran utama yang digunakan saat melamar pekerjaan. Sementara itu, cara terbaik untuk menarik minat seseorang ketika mereka tak mencari pekerjaan berasal dari rekomendasi dari kerabat. Setelah tertarik, kebanyakan akan mencari informasi lebih lanjut melalui media sosial dan situs web perusahaan.
- Cara perekrutan dengan alat digital terlalu canggih juga kurang disukai bahkan di antara generasi muda. Mereka lebih suka interaksi personal selama proses perekrutan, dan hanya 24% mengatakan mereka akan merasa nyaman berpartisipasi dalam wawancara otomatis berbasis AI.
Laporan tersebut juga memberikan rekomendasi tentang bagaimana perusahaan dapat meningkatkan proses perekrutan dan tawaran total kepada setiap kandidat, termasuk: bagaimana mengatasi bias mereka untuk meningkatkan kemampuan dasar mereka, mengkalibrasi pendekatan mereka untuk berbagai persona, memperbaiki fundamental budaya, dan lain-lain.
Baca Juga: Work Life Balance! Gini Tips Menabung Agar Bisa Nonton Konser, Mau Tahu Gak?
Baca Juga: Kaum Pekerja Bergembira! Mercer Sebut Rata-rata Gaji di Indonesia Meningkat 6,3% pada tahun 2025!