Bayi obesitas: usia 10 bulan dengan berat badan 4 kilogram (Liputan6.com/ Edited by Herstory)
Moms, tahukah kamu, menurut riset kesehatan dasar 2018, 1 dari 5 anak berusia 5-12 tahun, dan 1 dari 7 remaja berusia 13-18 tahun di Indonesia mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Obesitas memiliki konsekuensi berat pada anak karena memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami sindrom metabolik.
Sindrom metabolik merupakan gabungan gangguan kesehatan yang terjadi secara bersamaan dan bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner, serangan jantung, diabetes tipe 2, dan stroke
Dr. Eva Susanti, S.Kp, M.Kes, selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, menjelaskan anak yang mengalami obesitas rentan terkena penyakit jantung dan diabetes melitus.
“Prevalensi sindrom metabolik (SM) di Indonesia sebesar 23,34%, lebih tinggi pada laki-laki (26,2%) dibandingkan pada perempuan (21,4%) dan diprediksi menyebabkan kenaikan dua kali lipat risiko terjadinya penyakit jantung dan lima kali lipat pada penyakit diabetes melitus tipe 2," ungkap dr. Eva Susanti, saat Media Workshop “Stop Rantai Obesitas Sedini Mungkin”, di The Akmani Hotel, Jakarta, Rabu (2/3/2023).
Itulah yang membuat pemerintah menyerukan agar semua pihak, termasuk para guru, orang tua dan pelaku sektor swasta, memprioritaskan asupan nutrisi seimbang pada anak.
Selain itu, pemerintah juga mendorong aktivitas fisik untuk mencegah dan menghentikan rantai obesitas sedini mungkin.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.