ASI (Google / iStockphoto)
Ketidakseimbangan jumlah laktosa dan lemak dalam foremilk dan hindmilk akan memengaruhi pencernaan dan pertumbuhan bayi. Biasanya ini terjadi pada ibu yang mengalami hiperlaktasi atau jumlah ASI terlalu banyak. Jumlah foremilk sangat melimpah sehingga bayi sudah kenyang sebelum mendapatkan hindmilk.
Ketika ini terjadi, akan banyak laktosa yang tidak tercerna sehingga bayi sering gumoh, rewel akibat perut kembung dan bergas, serta tinja tampak berair, berwarna kehijauan, dan berbusa. Laktosa yang tidak tercerna dapat pula mengiritasi dinding usus sehingga tampak bercak darah pada tinja bayi. Berat badan bayi pun lambat atau sulit naik karena tidak mendapatkan hindmilk yang tinggi lemak dan berkalori tinggi.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.