Agar gula darah terkontrol, Staf Divisi Metabolik Endokrin Departemen Penyakit Dalam FKUI RSCM dr. Dicky Tahapary, Ph.D., Sp.PD-KEMD FINASIM merekomendasikan beberapa sajian berbuka puasa untuk diabetesi.
Seperti mengonsumsi takjil atau snack berbuka puasa yang rendah gula, seperti susu, jus buah tanpa gula, atau es buah tanpa pemanis tambahan, dan lainnya.
Alasannya adalah untuk menghindari fluktuasi gula darah yang terlalu tinggi, sebab saat berpuasa kadar gula darah cenderung alami penurunan. Supaya tak mengalami kenaikan secara mendadak, hindari memakan dan meminum yang terlalu manis.
"Jadi ungkapan berbukalah dengan yang manis perlu ditanda kutip menjadi tak terlalu manis, supaya mencegah terjadinya kenaikan gula darah yang terlalu tinggi pada penyandang diabetes," jelas dr. Dicky dalam acara konferensi pers Tropicana Slim Beat Diabetes, Rabu (5/4/2023).
Rekomendasi santapan berbuka lainnya untuk diabetesi adalah sajian yang minim kandungan gula, garam, dan lemak. Hindari konsumsi gorengan.
Sebaliknya, lebih banyak konsumsi makanan yang cara pengolahannya adalah dengan cara dikukus, direbus, dan ditumis.
Minyak yang berlebih dapat meningkatkan kalori pada makanan sehingga memicu kenaikan berat badan. Selain itu, makanan yang terlalu berminyak juga cenderung memicu mual saat disantap ketika berbuka puasa.
Dengan mengonsumsi rekomendasi sajian berbuka puasa itu, diharapkan kadar gula darah diabetesi bisa tetap terkontrol.
dr. Dicky juga menyarankan agar diabetesi memeriksakan kadar gula darah mereka secara rutin supaya jika terjadi fluktuasi gula darah secara ekstrem bisa mendapatkan intervensi segera dari dokter atau tenaga kesehatan.
Baca Juga: Olahraga Ringan Bisa Cegah Diabetes, Ini Faktanya
Baca Juga: Bencana Sumatera, Terapi Insulin Jadi Penopang Hidup