Ilustrasi kolesterol dalam tubuh. (Pinterest/Edited by herstory)
Para peneliti dari Universitas Kerala telah menemukan bahwa penghambatan biosintesis kolesterol menyebabkan kerusakan permanen pada folikel rambut dengan memicu fibrosis.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Endocrinology and Reproduction menekankan peran kolesterol seluler dalam pertumbuhan rambut, pembentukan folikel rambut, dan kesehatan kulit secara keseluruhan. Ditemukan folikel rambut dengan respons fibrogenik yang terlalu aktif untuk mengalami kerusakan jaringan dan mengganggu homeostasis – kemampuan untuk menjaga stabilitas internal dalam suatu organisme.
Menurut penelitian, perubahan yang diinduksi kolesterol dapat membuka jalan bagi cicatricial alopecia – gangguan rambut rontok yang meradang yang secara permanen menghancurkan sel induk di folikel rambut dan menyebabkan jaringan parut atau fibrosis.
Terkadang, pasien pada tahap awal penyakit arteri perifer (PAD) juga bisa mengalami kerontokan rambut di kaki. Akumulasi kolesterol yang tinggi di arteri mulai memperlambat aliran darah dan ekstremitas tak dapat menerima suplai darah dan oksigen yang cukup untuk makanan.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.