Seorang wanita yang sedang duduk di bangku hitam (Unsplash/Anthony Tran)
Imposter syndrome pun dikenal dengan istilah sindrom penipu. Hal itu karena mereka yang mengalami permasalahan ini kerap dihantui oleh rasa takut jika suatu saat nanti jati dirinya terungkap maka ia akan dianggap penipu oleh lingkungan sekitarnya.
Mereka yang mengalami imposter syndrome biasanya akan ditandai dengan sering meragukan diri sendiri, sering merasa kesuksesan yang diraihnya adalah faktor keberuntungan, tak mampu menilai keterampilan diri, merasa takut gagal, dan juga merasa kecewa bahkan frustasi apabila ia tak mampu memenuhi standarnya.
Selain itu, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami sindrom penipu ini, diantaranya adalah karena pola asuh orang tua, lingkungan yang terlalu kompetitif, sifat perfeksionis, dan juga memiliki peran baru.
Apabila kamu merasa semua hal tersebut ada di dalam diri kamu dan cukup mengganggu, kamu bisa lho untuk melakukan konsultasi dengan seorang psikolog. Imposter syndrome tak boleh disepelekan, karena jika diabaikan begitu saja dapat membuat penderitanya mengalami kecemasan berlebih bahkan depresi.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.