Ilustrasi seorang wanita sedang vaksin HPV sebagai upaya pencegahan kanker serviks. (Freepik/Edited by HerStory)
Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)
Vaksin MMR dapat melindungi dari infeksi Campak, Gondongan, dan Campak Jerman. Infeksi Campak saat kehamilan merupakan resiko tinggi gangguan perkembangan janin, lahir prematur bahkan keguguran.
Sedangkan, infeksi campak Jerman atau Rubella saat kehamilan dapat menyebabkan bayi dapat lahir cacat, seperti katarak dan tuli kongenital.
Vaksinasi MMR diberikan 2 kali dengan jarak minimal 4 minggu. Perlu diingat, vaksin MMR adalah jenis vaksin hidup, sehingga tak boleh diberikan saat hamil. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan dosis kedua vaksin MMR harus selesai minimal 4 minggu sebelum hamil.
Vaksin Tetanus
Vaksin Tetanus melindungi dari infeksi Tetanus, Difteri, dan Pertusis (Batuk Rejan). Infeksi tetanus berfungsi untuk melindungi Moms dan bayi saat proses persalinan, tepatnya saat pemotongan tali pusat dengan alat yang kurang steril.
Sementara, angka kesakitan dan kematian bayi usia < 2>
Vaksinasi Tetanus diberikan 1 kali setiap 10 tahun atau setiap kehamilan. The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan ibu hamil mendapatkan Vaksin Tetanus TdaP di usia 27-36 minggu setiap kehamilan.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.