Jus Labu Kuning. (Pinterest/freepik)
Meskipun smoothie menyehatkan, proses tanpa penyaringan berpotensi mengandung lebih banyak kalori sehingga berperan dalam kenaikan berar badan.
Sementara itu pada jus, prosesnya sangat terkonsentrasi. Meski diproses melalui penyaringan, jus juga dapat menyediakan nutrisi setara dengan beberapa porsi buah dan sayuran utuh.
Namun sayangnya, proses penyaringan meninggalkan serat. Padahal jenis karbohidrat ini merupakan bagian penting dari diet sehat.
Serat memperlambat pengosongan perut, membuat kita merasa lebih kenyang lebih lama. Gak heran jika jus kurang mengenyangkan daripada smoothie atau buah utuh.
Dengan menghilangkan serat, kamu juga kehilangan manfaat kesehatan usus dan beberapa nutrisi penting.
Menurut sebuah studi pada 2012 di Journal of Food Science, smoothie mengandung lebih banyak ampas daripada jus memiliki kandungan naringin yang jauh lebih tinggi, bahkan flavanoid terbukti punya sifat anti-inflamasi dan antioksidan kuat.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.