Ilustrasi sapi kurban terlihat seperti menangis. (istockphoto/Edited By HerStory)
Lebih lanjut Slamet menjelaskan, saat akan disembelih sapi kurban diposisikan rebahan atau berbaring miring yang menyebabkan air mata keluar.
“Posisi ini membuat kelenjar air mata secara spontan mengeluarkan air mata dan menetes atau meleleh keluar dari mata sehingga tampak seperti menangis," tutur Slamet.
Sejatinya, hewan kurban tak dapat menangis sedih lantaran akan disembelih. Apabila merasa terancam secara psikologis, hewan bukan menangis, tetapi menjadi beringas.
Menangis pada hewan yang menggambarkan ekspresi dari kondisi psikologisnya hanya ditemui pada primata, seperti kera, monyet dan orangutan.
“Beberapa hewan seperti primata dikenal psikologis menangis, tapi pada sapi tidak dikenal psikologis menangis. Bahkan ketika misal tubuhnya kesakitan pun tidak ada tanda-tanda menangis seperti pada primata," ungkap Slamet.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.