Video curhatan seorang wanita asal Inggris bernama Tara Jane Langston viral di jagat maya. Dalam video tersebut, ia menceritakan rasa sakitnya terinfeksi virus corona. Tampak dalam video, Tara sudah mengenakan alat bantu pernapasan dan batuk-batuk.

Jadi, gini lho awal mula ceritanya, Beauty. Selama seminggu sebelum pergi ke rumah sakit, Tara sudah merasaka enggak sehat. Akhirnya, ia memutuskan untuk berobat dan didiagnosis infeksi dada, ia pun pulang dan diberi resep antibiotik.

Melansir dari The Guardian (25/3/2020), suami Tara, Richard Langston menyamakan kondisi istrinya dengan pendulum, yaitu dia akan berubah dari menjadi lebih baik ke menjadi lebih buruk.

Baca Juga: Bikin Video Cegah Corona, Rossa Malah Kena Nyinyir Warganet

Tak kunjung sembuh, akhirnya Tara kembali memeriksakan dirinya dan didiagnosis positif COVID-19. Setelah diharuskan untuk mendapat perawatan intensif, Tara pun membuat video yang kini viral itu dan mengirimkannya ke grup WhatsApp rekan kerja.

Namun, tanpa izin Tara dan keluarga, seorang temannya menyebarkan video itu sampai akhirnya menjadi viral.

Di dalam video yang telah ditonton ribuan kali tersebut, Tara berkata, “Jika ada yang berpikir untuk mengambil risiko, lihat saja saya. Saya berada di unit perawatan intensif. Saya tidak bisa bernapas tanpa ini (alat bantu pernapasan). Mereka harus ‘menjahit’ ini (selang) ini ke dalam arteri saya,” ujarnya sambal menunjukkan dua selang penyalur oksigen (cannula) di kedua tangannya.

Nahas, bermaksud untuk memberikan video peringatan, video tersebut malah diduga konten palsu. Banyak yang mengira video tersebut hoax dan minta pembuktian akan kebenarannya.

Sang Suami pun ikut buka suara, “Hal itu membuat saya mempertanyakan sifat kemanusiaan orang. Bagaimana mungkin orang bisa begitu negatif? Tidak masuk akal,” katanya dari rumahnya di Middlesex, tempat ia mengisolasi diri dengan anak-anaknya.

Baca Juga: Pilu! Ibunya Wafat Akibat Terpapar Virus Corona, Sang Anak Sedih Tak Ada yang Datang ke Pemakaman

Setelah dibanjiri komentar negatif, akhirnya Tara membuat video kedua untuk klarifikasi. Ia membuktikan bahwa apa yang dikatakannya itu adalah yang sebenarnya.

"Bahkan dokter di sini juga tidak bisa memberi kepastian. Jika saya tanya, 'Apakah batuk ini akan hilang?' mereka jawab, 'saya tidak tahu'. 'Apakah saya akan sembuh total?', mereka jawab 'saya tidak tahu'. Itulah yang sebenarnya menakutkan," cerita Tara sambil terbatuk-batuk.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.