Beauty yang sudah menjadi ibu, sering enggak sih kamu sadar kalau anak lagi demam pasti dia bakal dehidrasi? Sebelumnya, kamu tahu apa dehidrasi itu? Dehidrasi adalah kondisi di mana tubuh kehilangan lebih banyak air daripada yang diterimanya. Dehidrasi bisa terjadi kepada siapa pun, termasuk si kecil.

Dehidrasi menciptakaan kelangkaan air untuk fungsi tubuh essensial yang pada akhirnya menganggu proses metabolisme tubuh. Perlu Beauty tahu kalau balita adalah kelompok yang paling rentan mengalami dehidrasi. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan tubuh mereka kecil dan memiliki cadangan air yang lebih sedikit.

Baca Juga: Takut Anak Terserang Virus Corona? Simak 4 Cara Mencegah Virus Corona pada Anak!

Lalu apa sih penyebab balita mengalami dehidrasi?

Melansir dari Mom Junction, Kamis (26/3/2020), menyebutkan dehidrasi pada si kecil bisa disebabkan oleh beberapa hal. Berikut di antaranya.

Diare

Diare merupakan penyebab utama hilangnya air dalam tubuh. Kondisi ini timbul karena kelonggaran fases yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, parasit, atau bahkan karena salah makan. Kondisi ini meyebabkan tubuh si kecil kehilangan cairan dengan cepat, sehingga menyebabkan ia dehidrasi.

Muntah

Muntah dengan cepat menghabiskan cadangan cairan dalam tubuh seoerti halnya diare.

Demam

Tingginya suhu tubuh saat demam membuat tubuh kehilangan air dengan cepat, terutama saat balita berkeringat.

Baca Juga: Bisakah Anak-Anak Lakukan Playdate di Tengah Pandemi Virus Corona?

Panas dan kelembaban yang tinggi

Hal ini juga menyebabkan keringat keluar secara berlebihan. Hal ini bisa menyebabkan dehidrasi dan stroke panas. Si kecil yang sering bermain di luar rumah dapat mengalami dehidrasi. Dia mungkin enggak akan memberitahumu tentang dehidrasi, tetapi tubuhnya memberi cukup sinyal.

Kalau si kecil enggak bisa bilang kalau lagi dehidrasi, ada tanda atau gejala pada tubuhnya? Tentu ada dong! Berikut tujuh di antaranya:

1. Mulut kering adalah tanda awal dehidrasi pada balita. Kamu melihat air liur yang lebih rendah dan mulut tampak lengket dan bibirnya terlihat sangat kering.

2. Enggak buang air kecil selama enam hingga delapan jam atau urinnya sangat gelap dan juga pekat.

3. Kalau si kecil menangis, air mata yang dikeluarkan lebih sedikit dari biasanya.

Baca Juga: Bunda Perlu Tahu! Ternyata Jus Buah Enggak Selamanya Baik untuk Anak, Apa Alasannya?

4. Matanya tampak tenggelam atau celung ke dalam.

5. Terlihat ada bintik di bagian atas kepala atau fontanelle.

6. Si kecil enggak akan tertarik pada aktivitas apa pun. Ia akan memiliki tingkat konsentrasi yang lebih rendah dan agak cerewet ketika dibujuk untuk melakukan sesuatu.

7. Dehidrasi yang disebabkan infeksi akan menghasilkan fases yang lunak atau berair walaupun dia sedang dehidrasi. 

Kalau sudah menemui gejala-gejala di atas lebih baik langsung bawa ke dokter ya, Beauty!