Menu

Dokter Spill Dampak Buruk Skoliosis, Ternyata Bisa Rusak Kesehatan Paru-paru hingga Ginjal Moms!

17 Mei 2024 01:30 WIB
Dokter Spill Dampak Buruk Skoliosis, Ternyata Bisa Rusak Kesehatan Paru-paru hingga Ginjal Moms!

Dr. dr. Phedy, SpOT (K) Spine dalam acara RS Eka Hospital sharing session (sumber: Herstory)

HerStory, Jakarta —

Moms, masih banyak di antara kita merasa malu saat mengetahui mengidap skoliosis, kelainan tulang belakang atau kondisi tulang belakang melengkung secara tidak normal. Hal tersebut justru akan memperparah kelengkungan tulang akibat terlambat ditangani. 

Skoliosis juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan paru, ginjal dan jantung. Semua itu terjadi akibat adanya penyempitan ruang atau rongga antara tulang rusuk yang membuat pengidapnya sesak dan memperburuk kondisi paru.  Begitu juga dengan fungsi ginjal dan jantung yang tak bisa bekerja dengan baik. 

Di Indonesia, tipe skoliosis paling sering dialami adalah skoliosis ideopatik remaja. Kelainan bentuk tulang belakang koronal dan paling sering dialami saat anak berusia pubertas kisaran 10 hingga 15 tahun. 

"Gak tahu penyebab pastinya, ada yang bilang faktor hormonal, genetik, metalinin gak seimbang, atau kurang vitamin D. Itu hanya sebatas teori karena tiap pasien berbeda," ungkap Dr. dr. Phedy, SpOT (K) Spine dalam acara RS Eka Hospital sharing session, Kamis (16/5/2024). 

Biar Moms lebih aware lagi, ciri-ciri skoliosis yang paling sederhana adalah tubuh tidak simetris, bahu kiri dan kanan tak sama tinggi. "Ketika berdiri, tangan menjuntai ke bawah, jarak siku dengan tubuh gak sama antara kiri dan kanan," sambung dr Phedy. 

Namun, apa yang terjadi jika skoliosis telat ditangani, Moms? Jika pasien skoliosis berusia di atas 18 tahun dengan kasus di bawah 50 derajat, tidak perlu operasi atau memakai brace (alat penyanggah tulang). Namun sangat dianjurkan untuk rutin melakukan olahraga  seperti berenang, yoga, pilates dan gym

Sedangkan skoliosis pada anak usia pubertas dengan derajat yang tinggi, dianjurkan mengenakan brace untuk mencegah tulang semakin bengkok. Jika derajat kelengkungan tinggi, dokter menyarankan untuk melakukan operasi demi menghindari risiko yang akan terjadi. 

Baca Juga: Mengenal Penyakit Skoliosis dan Dampak 'Buruk' yang Dialami Penderitanya!

Baca Juga: Diidap Fujianti Utami, Ini 5 Jenis Skoliosis atau Kelainan Tulang Belakang yang Perlu Diketahui

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan