Nah, di dalamnya ternyata ada juga rambut-rambut halus yang berfungsi kaya sensor supaya kita tahu kalau lagi nengok ke kiri, ke kanan, jalan lurus ke depan, atau lagi tiduran di kasur kesayangan.

Makanya, ketika kita muter-muter dengan cepat, cairan di bagian ini pun ikut berputar dan ketika kita berhenti mendadak, cairan ini masih terus berputar beberapa saat dan inilah yang bikin otak kita merasa masih berputar.

Voila, jadilah sensasi pusing yang biasa kamu rasakan! Lho, kalau begitu, sakit kepala itu apa, dong? Beda sama pusing, sakit kepala itu muncul karena tekanan dari otot dan pembuluh darah di kepala kita.

Jadi, sakit kepala itu ada yang bisa bikin kita kayak ditonjok-tonjok dari satu sisi, diiket pake karet kencang, atau menusuk-nusuk mata kita.

Tapi ada juga jenis sakit kepala yang muncul karena dehidrasi, infeksi sinus, cedera di bagian leher dan kepala, sampai sakit jantung.

Baca Juga: Gawat! Hipertensi "Silent Killer", Yuk Kenali Faktornya!

Jadi, keduanya beda banget, nih. Kalau kamu mengalami gejala pusing atau sakit kepala, segera konsumsi obat sesuai anjuran dokter, ya!