Praktik perkawinan anak masih banyak terjadi di Indonesia. Unicef mencatat, Indonesia menempati peringkat kedua di Asia dengan angka perkawinan anak paling tinggi. Indonesia juga menempati peringkat kedelapan sedunia.

Peraturan mengenai perkawinan anak telah diatur dalam UU Nomor 16 tahun 2019 yang membatasi umur perkawinan yang tak boleh kurang dari 19 tahun. 

Namun, studi menemukan jika praktik perkawinan anak ini kerap terjadi dengan beberapa faktor yang memengaruhi. 

Hasil studi menyebut praktik perkawinan anak di tujuh kabupaten yaitu Sukabumi, Rembang, Lombok Barat, Lembata, Palu, Sigi, dan Donggala masih tinggi.

Penelitian yang dilakukan oleh Koalisi Perempuan Indonesia juga menyebut Sulawesi Tengah menjadi daerah yang diberi perhatian khusus mengenai perkawinan anak ini.

"Karena kan (Sulawesi Tengah) pasca bencana dan tren perkawinan anak tinggi di sana," ujar Dian Kartika Sari, peneliti Koalisi Perempuan Indonesia.