Beauty, ternyata kacang-kacangan bisa memberikan manfaat yang luar biasa untuk kesehatan tubuh lho. Bukan hanya untuk cemilan, tetapi kandungannya yang kayak akan vitamin bisa membuat tubuh 'bebas' dari penyakit mematikan.

Menurut penelitian Harvard mengonsumsi segenggam kacang sehari dapat membuat panjang umur lho. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemakan kacang setiap hari lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal karena kanker, penyakit jantung, dan penyakit pernapasan.

“Kami menemukan bahwa orang yang makan kacang setiap hari hidup lebih lama, hidup lebih sehat daripada orang yang tidak makan kacang,” kata rekan penulis studi Dr. Frank Hu, profesor nutrisi dan epidemiologi di Harvard School of Public Health dikutip dari HuffPost (28/5/2021).

Selain itu, ternyata kacang juga sangat baik untuk kolesterol. Temuan awal dari studi Walnut and Healthy Aging (WAHA) menunjukkan bahwa konsumsi kacang kenari setiap hari berdampak positif pada kadar kolesterol darah tanpa membuat tubuh bertambah gemuk.

“Mengingat kenari adalah makanan berenergi tinggi, kekhawatiran yang umum adalah bahwa konsumsi jangka panjangnya mungkin terkait dengan penambahan berat badan. Namun, hasil awal dari studi WAHA menunjukkan bahwa konsumsi harian kenari selama satu tahun tak memiliki efek buruk pada berat badan,” kata Dr Emilio Ros, direktur Klinik Lipid, Layanan Endokrinologi & Gizi di Klinik Rumah Sakit Barcelona.

“Mereka juga menunjukkan bahwa efek diet kenari yang terkenal menurunkan kolesterol bekerja sama baiknya pada orang tua dan dipertahankan dalam jangka panjang," sambungnya lagi.

Memperoleh lemak baik dan nutrisi yang terkandung dalam kacang bisa mengurangi kadar kolesterol darah penting. Dari segi komposisi makanan, kacang-kacangan memiliki nutrisi yang baik, tinggi asam lemak tak jenuh tunggal (MUFA) dan asam lemak tak jenuh ganda (PUFA).

Baca Juga: 5 Makanan Ini Pantang Dikonsumsi Penderita Kolesterol, Jangan Coba-coba Ya!

Kacang juga mengandung banyak serat makanan, mineral seperti magnesium dan kalium, vitamin termasuk folat dan vitamin E, dan senyawa bioaktif bermanfaat lainnya seperti fitosterol, tokoferol, dan polifenol.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas