Masyarakat Indonesia mungkin masih belum akrab dengan perjanjian Pre-Nup atau Pra-Nikah, mungkin sebagian akan menganggap bentuk perjanjian ini sebagai orang yang 'pelit'. Padahal adanya perjanjian Pra-Nikah ini bertujuan untuk melindungi hak dan kewajiban pasangan setelah menikah serta dari perceraian atau perpisahan akibat kematian.

Apa Itu Perjanjian Pra-Nikah?

Perjanjian Pra-Nikah dilakukan sebelum berlangsungnya pernikahan dan dilakukan dan disahkan oleh notaris. Isi dari perjanjian Pra-Nikah tidak hanya perihal harta saja, melainkan juga hak talak bagi istri pada situasi tertentu yang sudah didiskusikan. Perjanjian Pra-Nikah juga sejatinya sudah diatur dalam Pasal 29 ayat (1) UU Perkawinan. 

Melansir dari fino.id, isi perjanjian Pra-Nikah meliputi:

  • Hak pemisahan harta kekayaan yang diperoleh sebelum menikah.
  • Pemisahan hutang yang ada sebelum pernikahan, selama pernikahan, setelah perceraian bahkan kematian. 
  • Hak kewajiban suami dan istri selama pernikahan.
  • Cara mengatur penghasilan masing-masing.
  • Tanggung jawab pada anak mulai dari keuangan sampai pendidikan.
  • Dan lainnya yang diperlukan. 

Meskipun isi dari perjanjian Pra-Nikah ini diserahkan kembali pada masing-masing pihak, tetap saja tidak boleh melangar hukum, UU, agama, dan kepatutan atau kesusilaan.

Baca Juga: Nggak Pernah Dinafkahi, Jenita Janet Malah Dituntut Harta Gono Gini Oleh Mantan Suami!

Dengan demikian, perjanjian Pra-Nikah sejatinya sangatlah berperan penting karena dapat melindungi pasangan dari tuntutan hukum yang akan terjadi bilamana terdapat perselisihan sampai berujung perceraian.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas