Banyak orang tua yang mengajak anaknya untuk bercanda di saat waktu yang santai. Bercandaan antara orang tua dan anak bisa semakin mempererat hubungan.

Salah satu cara yang dilakukan orang tua untuk membuat anak tertawa adalah dengan menggelitik tubuh anak. Moms mungkin menganggap gelitikan sebagai salah satu cara tercepat untuk memperbaiki suasana hati anak dan meningkatkan kontak fisik dengan mereka. Tapi, pernahkah moms  berpikir bahwa anak mungkin merasa tak nyaman dengal hal tersebut?

Pada abad ke-19, para ahli teori, seperti Charles Darwin, telah menyarankan bahwa menggelitik berhubungan dengan humor. Namun, para ilmuwan telah membantah teori ini dan berpandangan bahwa menggelitik lebih merupakan refleks.

Menggelitik adalah permainan yang biasa kita mainkan bersama anak-anak. Namun, banyak anak merasa lumpuh karena digelitik dan berusaha keras untuk melindungi diri mereka agar tubuhnya berhenti digelitik. 

Berikut adalah beberapa alasan mengapa orang tua tak boleh menganggap anak suka digelitik:

Anak Tertawa karena Tak Bisa Menahan Rasa Geli, Itu Bukan Pertanda bahwa Anak Nyaman Digelitik

Bahkan jika anak membencinya, mereka akan tetap cekikikan tanpa bisa memberi tahu orang tuanya bahwa mereka merasa kurang nyaman. Tawa yang disebabkan dengan gelitik adalah refleksif tubuh.

Menggelitik Dapat Menyebabkan Komplikasi Medis

Ketika seorang anak digelitik terus menerus, mereka mulai tertawa tak terkendali dan juga tak dapat berbicara atau bernapas. Dalam beberapa kasus, anak bahkan mungkin kehilangan kesadaran karena digelitik. Ketika digelitik, orang tua cenderung tak sadar apabila ada masalah dibalik anak yang tertawa karena merasa geli. 

Baca Juga: Moms Agar Si Kecil Tak Tersinggung, 5 Cara Ini Bisa Moms Lakukan Agar Ucapan Lebih Terkontrol

Ada banyak cara lain untuk membuat anak bahagia. Cobalah menjalin ikatan dengan anak-anak dengan cara lain, seperti menceritakan lelucon atau bermain game bersama.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas