Stunting merupakan masalah kesehatan gizi yang memperhambat pertumbuhan anak. Anak yang mengalami stunting ini biasanya tak memiliki tinggi badan yang sesuai standar usianya alias lebih rendah atau pendek. 

Stunting bisa disebabkan karena adanya faktor genetik, sanitasi yang kurang baik, dan kurangnya asupan nutrisi baik semasa masih dalam kandungan. 

Di Indonesia, angka stunting masih cukup tinggi dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya yakni, 8.9 juta anak mengalami stunting. Perbandingannya 3:1. 

Stunting tak cuma menyerang tumbuh tinggi anak, melainkan memiliki risiko mengganggu perkembangan kognitif dan belajar anak. Anak yang mengalami stunting juga berisiko mengalami berbagai penyakit kronis. 

Penting bagi Moms yang sedang hampil untuk mencukupi kebutuhan asupan nutrizi baik bagi si kecil sampai usianya menginjak 2 tahun. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting. Karena anak yang mengalami stunting dapat dilihat ketika usianya sudah diatas 2 tahun. 

Agar Moms tak merasa khawatir, berikut ini tim HerStory bawakan 6 cara mencegah stunting sejak masa kehamilan, melansir dari berbagai sumber (29/7/2021). Disimak ya, Moms!

1. Memenuhi Asupan Gizi yang Baik

Cara yang paling pertama dan terbaik untuk mencegah stunting adalah memastikan asupan gizi bagi ibu dan janin terpenuh dengan baik. Kesehatan ibu juga sangat memengaruhi kondisi janin dalam perut, maka dari itu Moms sangat perlu untuk memperbaiki dan memberikan nutrisi terbaik bagi janin. 

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Mengecat Rambut? Ini Jawaban Dokter

Kesehatan Moms yang baik juga menjadi bekal energi saat persalinan nanti. Sebab, ibu yang kekurangan energi kronis berisiko melahirkan anak dengan berat lebih rendah. Jika tak ditangani dengan tepat, tak menutup kemungkinan bayi akan mengalami stunting.