Ilustrasi sayuran yang ada di pasar. (Unsplash/Edited by HerStory)
Indeks glikemik (GI) adalah sistem penilaian untuk makanan yang mengandung karbohidrat. Hal ini, menunjukkan seberapa cepat setiap makanan mempengaruhi kadar gula darah ketika makanan itu dikonsumsi. Makanan karbohidrat yang dipecah dengan cepat oleh tubuh dan menyebabkan peningkatan glukosa darah yang cepat memiliki peringkat GI yang tinggi.
"Tomat dan kentang termasuk makanan yang biasanya memiliki indeks glikemik tinggi, Sedangkan, ubi jalar yang rasanya lebih manis memiliki indeks glikemik yang lebih rendah," kata dokter Abraham dikutip dari Express.
Enggak hanya itu, ternyata semakin lama waktu pengolahan sayuran untuk dimakan juga membuatnya memiliki indeks glikemik yang lebih rendah. Hal ini berlaku pada jenis sayuran wortel dan kentang.
Makanan dengan GI rendah atau sedang biasanya lebih lama pecah dan bisa menyebabkan kenaikan kadar gula darah secara bertahap dari waktu ke waktu. Jadi, proses memasak dan penyajian sayuran akan berdampak pada tingkat GI, tak hanya jenis sayurannya.
Menurut dokter Abraham, semakin rendah kandungan lemak sayuran, maka semakin lambat tingkat glukosa dipecah. Kentang panggang dengan mentega akan lebih sedikit glikemiknya daripada kentang tanpa mentega.
Oleh sebab itu, kamu bisa memilih sayuran yang lebih tua dan lebih besar. Lalu, kamu bisa memasaknya dengan minyak zaitun tanpa perlu khawatir dengan peningkatan glukosa.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.