Nenek sedang menengok ke luar jendela. (Unsplash/Guille Alvarez)
Hot Flushes terjadi akibat pelebaran pembuluh darah yang mendadak pada menopause. Kondisi ini ditandai dengan tubuh terasa panas dan berkeringat secara tiba-tiba. Di samping itu, emosi juga enggak stabil, marah dan kadang disertai rasa gelisah.
Sekitar 75 persen wanita yang mulai memasuki masa menopause akan mengalami kondisi ini. Hot flushes umumnya berlangsung selama 1-2 tahun sejak menopause mulai terjadi, dan bahkan bisa bertahan selama 10 tahun.
Wanita memiliki peluang yang lebis besar untuk mengalami osteoporosis dibandingkan laki-laki. Ini lantaran disebabkan oleh hormon wanita yang terjadi saat mengalami menopause.
Hormon estrogen berperan dalam pembentukan sel-sel tulang baru dan membantu memadatkan tulang. Tanpa estrogen, tulang akan menjadi lebih rapuh dan keropos sehingga mudah untuk mengalami patah tulang.
Untuk mengurangi risiko ini, ada baiknya melakukan olahraga yang rutin serta makan makanan yang tinggi kalsium dan vitamin D.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.