Menu

Ilmuwan: Kandungan Lektin dalam Pisang Bermanfaat Sebagai Antivirus! Ini Penjelasannya

30 April 2020 21:00 WIB
Ilmuwan: Kandungan Lektin dalam Pisang Bermanfaat Sebagai Antivirus! Ini Penjelasannya

Banana fruit (Unsplash/Lucian Alexe)

HerStory, Jakarta —

Sudah menjadi rahasia umum bahwa buah pisang mengandung banyak manfaat kesehatan untuk tubuh. Pisang kaya akan kalium dan serat, membuat pisang bermanfaat untuk kesehatan jantung, bisa melawan depresi, meningkatkan pencernaan, dan meningkatkan berat badan. Jika kamu pencinta pisang mungkin dapat merasakan manfaat lebih banyak lagi.

Ternyata menurut para ilmuwan zat di dalam pisang bisa jadi antivirus lho!  Wah, kenapa bisa gitu ya? Ini dia penjelasannya.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cell, sebuah tim peneliti terdiri dari 26 ilmuwan dari Amerika Serikat, Jerman, Irlandia, Kanada, dan Belgia berfokus pada protein yang ditemukan dalam pisang yang disebut lektin, yang dijuluki BanLec.

Baca Juga: Makan Buah Pisang Bisa Tangkal Virus Corona, Benar Enggak Sih?

Para ilmuwan menemukan bahwa protein ini mampu membaca molekul gula yang menutupi bagian luar di banyak virus dan sel. Meskipun mereka masih tidak yakin bagaimana BanLec membaca molekul-molekul gula ini, yang mereka sebut "kode gula," mereka percaya bahwa itu berperan untuk mengendalikan bagaimana virus mengikat bagian luar sel-sel sehat. Hasil dari penemuan ini pada akhirnya akan menjadi pengembangan kelas obat baru untuk melawan flu.

"Perawatan flu yang lebih baik sangat dibutuhkan. Obat Tamiflu enggak begitu efektik terutama pada pasien yang sakit kritis. Influenza dapat mengembangkan resistensi terhadap obat Tamiflu. Oleh sebab itu, kami juga berharap bahwa BanLec dapat berguna dalam situasi seperti respon pandemi darurat, di mana penyebab pasti infeksi tidak diketahui tetapi diduga disebabkan oleh virus,” kata rekan penulis studi David Markovitz, seorang profesor kedokteran internal di University of Michigan Medical School, dalam siaran pers seperti dikutip dari Medical Daily (30/4/2020).

Baca Juga: Sebaiknya Berapa Buah Pisang yang Baik untuk Dikonsumsi dalam Sehari?

Pada 2010, BanLec digunakan sebagai pertahanan pertama melawan HIV dan AIDS, tetapi memiliki beberapa efek samping yang enggak diinginkan yang membatasi penggunaannya secara produktif. Selama penelitian ini, para ilmuwan dapat mengubah BanLec, menjadi senyawa yang melawan virus. Namun, rekayasa yang dilakukan oleh ilmuwan ini masih perlu dikembangkan kembali.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Nada Saffana

Artikel Pilihan