Ibu hamil sedang memeriksakan tekanan darahnya. (Pinterest/Freepik)
Dampak Hipertensi pada Ibu Hamil bagi Perkembangan Anak
Nyatanya, dampak hipertensi pada kehamilan ternyata tidak berakhir begitu saja setelah bayi lahir. Sebuah penelitian di Karolinska Institute, Stockholm, mengungkap bahwa kondisi ini diduga meningkatkan risiko stroke dan kerusakan hati saat bayi telah tumbuh besar dan mencapai usia 41 tahun.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa masalah hipertensi selama kehamilan ternyata berhubungan dengan peningkatan risiko stroke dan potensi penyakit jantung yang diturunkan hingga usia 41 tahun," demikian studi yang dilakukan oleh Fen Yang, seorang mahasiswa doktoral di Karolinska Institute, Stockholm.
Studi dilakukan pada lebih dari 5,8 juta anak-anak yang lahir di Swedia mulai tahun 1973 dan di Finlandia mulai tahun 1987. Kedua grup anak-anak tersebut diteliti hingga tahun 2014.
Begini Cara Mencegahnya!
Mengingat dampaknya yang cukup serius, maka tekanan darah tinggi pada ibu hamil harus dicegah dan diatasi. Agar tidak terjadi hipertensi, maka ibu hamil juga perlu melakukan olahraga secara teratur.
Konsumsi makanan bergizi juga sangat penting agar kebutuhan nutrisi tubuh seimbang dan terpenuhi dengan baik. Pengelolaan stress juga menjadi cara penting agar kondisi ibu hamil tetap stabil.
Itulah beberapa informasi tentang hipertensi saat hamil bisa meningkatkan risiko stroke pada anak. Pastikan Moms terus menjaga kondisi kesehatan ya. Jangan lupa untuk terus memantau perkembangan kehamilan bersama dokter kandungan.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.