Coffee.(Pinterest/Edited by HerStory)
Minum Kopi Larut Malam
Sebagian orang minum kopi saat memerlukan dorongan energi di pertengahan atau sore hari. Sebaiknya mulai perhatikan jam minum kopimu, sebab minum kopi terlalu larut atau berdekatan dengan jam tidur justru bisa merusak waktu istirahat.
Kafein bertindak sebagai stimulan dan tetap berada pada aliran darah beberapa jam setelah dikonsumsi. Direktur Headache and Traumatic Brain Injury Center di University of California San Diego, Nina Riggins mengatakan kafein bertahan di aliran darah sampai 5 jam. Untuk benar-benar 'bersih' bisa memerlukan waktu 10 jam.
Saat kafein mempengaruhi tidur, tidur jadi terganggu sehingga tidak baik untuk kesehatan otak. Keesokan harinya sistem saraf otak akan susah konsentrasi dan tingkat kewaspadaan menurun.
Gula Tambahan Berlebihan
Kopi kekinian dengan rasa super manis ternyata tidak baik buat otak. Studi pada 2019 menemukan kelebihan konsumsi gula pada orang dewasa berdampak dengan penurunan fungsi kognitif.

Selain itu, kelebihan konsumsi gula akan mempengaruhi fungsi konektivitas dan penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah. Sebaiknya mulai batasi gula tambahan pada kopimu.
Ingin Berhenti Minum Kopi Mendadak
Jika ingin berhenti minum kopi, sebaiknya lakukan secara bertahap bukan langsung menjauhkan diri dari kopi. Jika langsung berhenti minum kopi secara tiba-tiba, seseorang bisa mengalami gejala-gejala yang mengganggu otak.
"Sekali kafein dikeluarkan dari tubuh, seseorang akan mengalami sakit kepala akibat penarikan kafein," kata Riggins mengutip dari Livestrong.
Pengurangan kafein secara drastis juga akan membuat orang kesulitan konsentrasi. Sebaiknya, kurangi konsumsi kopi secara bertahap. Misal jika biasanya minum dua cangkir kopi, ganti satu cangkirnya dengan kopi non kafein (decaffeinated coffee).
Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kebiasaan minum kopimu tak merusak otak.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.