Menu

GERD pada Anak? Jangan Disepelekan Ya Moms, Begini Penjelasan Dokter

10 September 2021 12:05 WIB
GERD pada Anak? Jangan Disepelekan Ya Moms, Begini Penjelasan Dokter

Dokter Spesialis Anak, dr. Andreas, M.Ked (Ped), Sp.A (Instagram @dr.andreas.spa)

Terkait hal itu, dr. Andreas menyarankan orang tua agar memposisikan anak di atas usia 12 bulan untuk tengkurap. Sedangkan anak dengan usia di bawah 12 bulan posisikan terlentang, posisi tidur miring ke arah kiri dan menaikkan posisi kepala.

“Orang tua juga bisa langsung membawa anak ke RS. Nantinya, dokter akan memberikan obat inhibitor pompa proton (PPI) dan antagonis reseptor histamin 2 selama 2 minggu, dengan pemantauan respon terapi. Pada anak besar dan remaja dapat dipertimbangkan pemberian PPI selama 4 minggu jika membaik dilanjutkan sampai 2 bulan bersamaan dengan perubahan gaya hidup. Sementara, pengobatan pada bayi sama saja dengan menggunakan PPI dan antagonis reseptor histamin 2,” jelas dr. Andreas.

“Dan perlu diingat, orang tua tak diperkenankan untuk memberikan obat-obatan jenis apapun pada anak tanpa izin dokter,” lanjut dr. Andreas.

Lebih lanjut, dr. Andreas pun menegaskan bahwa GERD pada anak ini bisa dicegah. Tak hanya itu, ia pun memastikan, dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, anak penderita GERD ini pun nantinya bisa sembuh total.

“Sebenarnya tidak terbukti pembatasan diet untuk mengatasi GERD, kecuali disebabkan alergi protein berarti harus eliminasi protein penyebab alerginya maka GERD akan berhenti,” ujarnya.

Lalu, apakah anak yang menderita GERD bisa divaksinasi Covid-19?

Dikatakan dr. Andreas, anak yang menderita GERD tak masalah untuk melakukan vaksinasi Covid-19. Namun, si anak harus dalam keadaan stabil dan sehat saat menerima suntikan.

"Jangan khawatir akan vaksinasi. Jika anak terpantau sehat, bisa divaksinasi Covid-19. Namun jika ragu, sebaiknya lakukan konsultasi ke dokter,” saran dr. Andreas.

Dan terkait maraknya terapi serta penggunaan obat alami untuk atasi GERD pada anak, dr. Andreas pun menegaskan ia tak merekomendasikannya.

“Belum ada bukti ilmiah, jadi menurut saya belum bisa diaplikasikan untuk terapi,” pungkasnya.

Baca Juga: Tidur Habis Makan Jadi Penyebab Gerd pada Anak

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman:

Artikel Pilihan