Sebagian orang lebih memilih menyimpan bahan makanan olahan dibandingkan bahan makanan segar. Dengan alasan makanan olahan memiliki masa simpan lebih lama alias lebih awet. Makanan olahan adalah makanan yang telah dikalengkan, dimasak, dibekukan, dipasteurisasi, atau dikemas.

Mengutip dari National Heart Foundation of New Zealand, gula, garam, dan lemak jenuh sering ditambahkan ke makanan olahan karena berbagai alasan. Misalnya, membuat makanan lebih enak atau memperpanjang usia simpannya.

Walau begitu, konsumsi garam, gula, dan lemak jenuh yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan berbagai masalah kesehatan lainnya. Beberapa makanan olahan juga mengandung aditif dan pengawet yang lama-lama bisa memengaruhi kesehatan secara negatif.

Nah, mengurangi asupan makanan olahan adalah salah satu cara efektif untuk meningkatkan kesehatan. Melansir dari Healthline, berikut tips yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi konsumsi makanan olahan, Beauty!

Ubah isi keranjang belanjamu

Ketika pergi berbelanja ke pasar tradisional atau pasar swalayan, isi keranjang kamu dengan bahan-bahan makanan yang sehat dan segar, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Pastikan juga untuk membaca label pada produk makanan favoritmu saat berbelanja. Bila memungkinkan, hindari makanan dengan banyak natrium, lemak trans, atau tambahan gula.

Kurangi daging olahan

Walaupun nikmat tetapi daging olahan, seperti bacon, sosis, daging deli, atau daging olahan lainnya telah dikaitkan dengan beberapa efek buruk bagi kesehatan.

Ada banyak cara mudah untuk mengurangi daging olahan. Sebagai permulaan, kamu bisa mengganti makanan ini dengan daging utuh rendah lemak, seperti daging ayam segar, salmon, ikan, daging sapi tanpa lemak, dan sebagainya.