Tak dipungkiri, pandemi Covid-19 memunculkan beragam persoalan baru pada kesehatan jiwa masyarakat. Mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI sekaligus inisiator pembentukan UU Kesehatan Jiwa, yang juga seorang Psikiater, Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ, pun menyebut, situasi pandemi ini bukanlah hal yang mudah, semuanya penuh ketidakpastian dan memunculkan rasa cemas, khawatir, ketakutan, stres, hingga depresi, bagi sebagian orang.

Di masa pandemi ini, kata Nova, kesehatan jiwa seseorang pun semakin diuji karena kita dipaksa untuk memulai kebiasaan baru yang belum tentu berdampak positif. Lantas, bagaimana cara menjaga kesehatan jiwa di saat pandemi ini?

“Kuncinya adalah istirahat. Istirahat adalah bagian dari resiliensi atau kemampuan seseorang untuk bisa berfungsi dengan baik walau dia dihadapkan dengan masalah yang berat-berat dalam kehidupannya. Dengan istirahat, dia tetap bisa berfungsi dengan baik dalam kehidupannya. Nah, bagaimana caranya? Misalnya tidur yang enak, nyaman, dan memperhatikan juga sleep hygiene,” terang Nova, saat dihubungi HerStory, baru-baru ini.

Selanjutnya, wanita yang kerap disapa Noriyu itupun mengingatkan soal well-being. Menurut kamus American Psychological Association (APA), well-being sendiri adalah keadaan pada individu yang digambarkan dengan adanya rasa bahagia, kepuasan, tingkat stres yang rendah, sehat secara fisik dan mental, serta kualitas hidup yang baik.

Dengan kata lain, individu dengan well-being yang tinggi menjaga kesehatan secara fisik dan mental agar mampu menyelesaikan tantangan, mencapai kebahagiaan, dan kepuasan dalam kehidupan.

“Kita juga harus memperhatikan tentang well-being. Ada 5 cara sederhana yang mampu meningkatkan well-being itu. Satu, be active. Jadi lakukan apa yang bisa kamu lakukan, dan nikmati apa yang kamu lakukan. Kedua, connect, jadi kita tetap berbicara, tetap mendengarkan, kita hadir untuk orang lain. Walaupun tak secara fisik, melainkan secara virtual, dan kita harus merasa kita terhubung dengan orang lain agar kita gak merasa kita sendirian,” papar Nova.

Baca Juga: Waspadai Gangguan Kesehatan Jiwa! Kenali ‘P3K’ Psikologisnya, Apa Itu Ya?