Menu

Bumil Waspada! Kenali Apa Itu Aritmia: Penyakit yang Mengganggu Detak Jantung

27 September 2021 13:15 WIB
Bumil Waspada! Kenali Apa Itu Aritmia: Penyakit yang Mengganggu Detak Jantung

Ibu hamil. (Freepik/lookstudio)

Menurut dr. Ikhsan, berdasarkan literatur dan kepustakaan, memang ibu hamil alias bumil menjadi salah satu yang memiliki faktor resiko terjadinya aritmia. Kata dia, berdasarkan laporan, jika misalnya bumil dilakukan pemeriksaan EKG atau rekam fisik jantung, mungkin 20-30 persennya bisa didapatkan adanya aritmia.

Namun kata dia, kondisi ini merupakan hal yang aman apabila tak disertai dengan adanya gejala dan penyakit penyerta lain, seperti adanya penyakit jantung sebelum kehamilan atau adanya penyakit tiroid, anemia, dan penyakit lainnya yang dapat memberatkan jantung.

“Ibu hamil memang jadi salah satu faktor yang mencetuskan aritmia, tapi jarang sekali yang fatal. Kita harus melihat bumil ini dia sebelum hamilnya sudah ada riwayat aritmia atau gak. Kalau iya, itu berisiko tinggi. Kedua kita lihat juga ada riwayat kelainan penyakit jantung bawaan atau gak. Lalu kita lihat, dia ada kelainan dari struktur jantung sebelumnya, ada pelebaran otot jantung, dll atau gak. Jadi itulah beberapa faktor resikonya,” terang dr. Ikhsan.

“Masalahnya juga bukan hanya jantung saja, tapi ada masalah-masalah lain, seperti bumil kan suka anemia, itu juga bisa mencetuskan denyut nandi yang seharusnya lebih cepat. Atau ada kelainan di kelenjar gondok atau hipertiroid, infeksi, kondisi diabetes, hipoglikimia, dll. Jadi bukan melulu pencetusnya itu di dalam jantung, tapi ada hal-hal di luar organ jantung yang bisa mencetuskan aritmia,” sambung dr. Ikhsan.

dr. Ikhsan melanjutkan, pada kehamilan umumnya denyut jantung memang cenderung menjadi sedikit lebih cepat dari biasanya karena beberapa faktor, seperti ketegangan psikis, emosi, dinamika hormon tubuh, meningkatnya adrenalin, serta peran sistem saraf simpatis. Jika hal ini memberikan pengaruh besar pada ibu, asupan makanan bagi janin pun akan terganggu. Karena itu, ibu hamil yang merasakan ketidakteraturan irama jantung sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

“Tentu harus punya awareness yang lebih tinggi. Yang pertama otomatis harus konsultasi dulu, baik ke dokter spesialis kandungannya maupun ke dokter spesialis jantungnya. Yang perlu dilakukan tentu nanti akan dievaluasi apakah sebelum hamil ada keluhan atau seberapa seringkah keluhan yang dirasakan yang diduga aritmia. Seperti kondisi blackout, lemas, terasa mau pingsan, dll. Nah selain dilakukan evaluasi tanya jawab, tentu perlu juga dilakukan pemeriksaan lanjutan, seperti pemeriksaan fisik, EKG, dan juga ekokardiografi atau USG jantung untuk melihat struktur jantungnya,” tuntas dr. Ikhsan.

Baca Juga: Kandungan Skincare Apa yang Aman Digunakan Ketika Sedang Hamil?

Baca Juga: Apakah Ibu Hamil Boleh Mengonsumsi Minuman Berkafein?

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman: