Kaos kaki diabetes (Galeri Medika/Edited By HerStory)
Dikutip dari laman guesehat, berikut fitur-fitur yang biasanya ada di kaos kaki diabetes:
Kaos kaki dengan bahan yang menyerap kelembaban akan membantu menguapkan keringat di kaki, sehingga menurunkan risiko infeksi jamur dan juga mencegah kaki berbau tidak sedap.
Kaos kaki diabetes umumnya dibuat tanpa kelim untuk mengurangi risiko lecet dan lepuh, khususnya pada penderita diabetes yang memiliki neuropati atau hiperglikemia kronik (kadar gula darah tinggi). Kaos kaki diabetes terkadang juga berwarna putih di bagian telapak sehingga bisa menunjukkan proses pengeringan luka.
Beberapa kaos kaki diabetes terbuat dari fabrik bertekstur yang lembut seperti serat bambu dan wol. Keduanya memiliki bahan antimikroba dan juga kemungkinan besar tak terasa kasar di kulit.
Kaos kaki diabetes dibuat sebagaimana rupa agar tak terlalu mengekang betis, karena hal tersebut dapat mengganggu peredaran darah.
Untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur, beberapa kaos kaki diabetes dibuat menggunakan benang yang diresapi tembaga atau perak, karena keduanya mengandung bahan anti jamur. Kaos kaki yang diresapi tembaga juga bisa mencegah infeksi.
Ekstra sol dapat membantu mencegah luka di kaki. Kaos kaki diabetes dengan sol empuk juga bisa dibuat dari kain yang sangat tebal atau bantalan gel atau silikon yang dijahit.
Beberapa kaos kaki diabetes memiliki sensor yang bisa melacak suhu kaki dan memberikan peringatan kepada penggunanya via aplikasi di telepon genggam jika, misalnya ada lepuh. Namun, kaos kaki diabetes dengan fitur ini biasanya hanya bisa digunakan selama enam bulan.
Semoga informasinya bermanfaat ya!
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.