Beauty, pernahkah kamu secara tiba-tiba merasa tak dapat berpikir dan tak dapat melakukan sesuatu padahal kamu sebenarnya kerap melakukan hal itu sehari-hari? Bila pernah, kemungkinan kamu sedang mengalami yang namanya mental block, lho Beauty.

Pada mulanya, mungkin fenomena ini terkesan biasa saja, tetapi bila terjadi terlalu sering, itu dapat membebani psikis dan fisik kamu sendiri, lho.

Nah, menurut Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga dari KLEE, Debora Basaria, M.Psi, Psikolog., mental block ini umumnya ditandai dengan kondisi seperti individu itu merasa gak berdaya dalam melakukan tugas-tugas tertentu. Lalu, orang tersebut pun menjadi sangat sensitif terhadap sesuatu.

“Dia pun akan merasa, ‘kok aku kayaknya gak bisa’, atau malah ada orang lain yang nanya ‘kok gitu aja gak bisa’. Jadi ada perubahan mood menjadi lebih sensitif. Lalu, orang itu pun jadi susah memusatkan atensi dan konsentrasi pada pekerjaan tertentu. Jadi dia susah fokus. Selain itu ada kecemasan juga terkait dengan peran dan harapan-harapan orang atas dirinya. Jadi, poin utamanya, orang yang mengalami mental block ini, dia akan kesulitan mengakses pikirannya untuk bisa mengeluarkan ide, kreativitas, dan hal-hal yang sebetulnya dia mampu untuk lakukan,” papar Debora,saat sesi Instalive dengan tema ‘Menangani Mental Block dengan Tepat’, sebagaimana dipantau HerStory, belum lama ini.

Debora melanjutkan, siapapun bisa mengalami mental block ini. Telebih kepada mereka yang yang dibebani tuntutan dan harapan-harapan dalam kehidupannya.

“Jadi, perlakukan kita ke orang yang terindikasi mental block ini pun harus diperhatikan. Kita harus memperlakukan mereka dengan nyaman. Karena kalau misalnya kita nuntut mereka yang melebihi kemampuannya itu bisa menjadi masalah. Mereka bisa stress, yang kalau stress-nya gak bisa diatasi bisa menjadi burn out, dan itu pasti akan menggangu mereka,” ujar Debora.

Lebih lanjut, Debora mengatakan bahwa, untuk mengatasi mental block ini, yang pertama harus kita kontrol adalah diri kita sendiri.

“Karena yang tahu tentang kondisi kita, ya kita sendiri. Jadi kalau udah cape ya berhenti. Jangan lakukan sesuatu yang berat-berat dulu, yng harus mikir gimana, rileks dulu bisa kan. San sebenernya, mengatasi mental block itu yang penting harus kita fokus dengan apa yang dilakukan saat ini, istilahnya living in the moment, lah ya,” ujar Debora.

Lantas, apakah mental health ini bisa dicegah? Jawab Debora, tentu aja bisa. Namun lagi-lagi kata dia, yang bisa dilakukan untuk mencegahnya adalah dengan mengetahui limit dan kapasitas diri sendiri. Utamanya juga, jangan lupa untuk menyediakan waktu untuk beristirahat dan makan makanan bergizi tentunya.

Baca Juga: Jangan Salah, Stres dan Depresi Itu Berbeda! Kenali Gejala Keduanya, Apa Kamu Mengalaminya?

“Kita juga harus menerapkan pola hidup sehat. Lalu, kalau misalnya kita stress, kalau butuh bantuan jangan sungkan minta tolong. Atau mau me time dulu, boleh banget lho. Penting juga kita latih kreativitas kita. Kalaupun ada masalah, cobalah untuk berpikir’ oh solusinya bisa bisa banyak macemnya’, sebenernya itu akan bantu kita juga untuk bisa mengatasi masalah tersebut. Kita juga harus percaya akan kemampuan diri sendiri. Intinya, self efficacy atau keyakinan terhadap diri sendiri juga harus dinaikkin,” jelasnya.