Menu

Kanker Payudara Gak Bisa Dicegah, tapi Bisa Dideteksi Lebih Awal, Yuk Lakukan SADARI!

Riana Agustian
08 Oktober 2021 16:05 WIB
Kanker Payudara Gak Bisa Dicegah, tapi Bisa Dideteksi Lebih Awal, Yuk Lakukan SADARI!

Ilustrasi kanker payudara (SciTechDaily/Edited by HerStory)

Selain pemeriksaan dokter, wanita juga disarankan untuk rutin mengecek payudaranya sendiri atau dikenal dengan istilah ‘PerikSA payuDAra sendiRI’ alias SADARI. Dikatakan dr. Kristina, pemeriksaan SADARI ini bisa dilakukan sebulan sekali, atau 2 -3 hari setelah haid bersih.

“Wanita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri sebulan sekali, 2 atau 3 hari setelah haid bersih. Jadi gak tiap hari, dan ada cara-caranya juga,” ujar dr. Kristina.

Adapun kata dr. Kristina, cara pemeriksaan SADARI itu terdiri dari dua cara. Pertama, bisa dilihat 2-3 hari setelah haid bersih. Nah, kita bisa melihatnya dengan posisi berdiri.

“Saat berdiri menghadap cermin, kita lihat adakah benjolan yang kelihatan menonjol di payudara. Kemudian apakah puting masuk ke dalam? Apa ada keluar darah dari putting? Apakah ada seperti kempot atau seperti lesung pipi? Dan apakah payudara itu keras? Nah itu yang jadi patokannya,” tutur dr. Kristina.

“Yang kedua adalah dengan cara meraba. Perlu diketahui, meraba payudara harus kita lakukan dalam posisi berbaring. Paling bagus punggungnya diganjal bantal yang tipis kemudian pemeriksaannya menyilang. Jadi tangan kanan posisinya memeriksa payudara kiri, dan tangan kiri memeriksa payudara kanan. Payudara yang sisinya diperiksa akan diangkat ke atas, lalu kita meraba menggunakan 3 jari. Jari ke-2, ke-3, dan ke-4. Lalu kita raba seluruh payudara. Kalau duduk atau berdiri itu gak ada bagian yang jadi patokan yang statisnya. Tapi kalau kita berbaring maka iga-iga itu akan jadi bagian statis maka benjolan itu akan lebih terasa karena permukaannya akan jadi melebar dan rata ke seluruh dada. Jadi harus sambal tiduran, gak boleh sambial duduk atau berdiri kalau mau meraba,” lanjut dr. Kristina.

Selain dengan SADARI, pemeriksaan payudara secara klinis juga mungkin diperlukan untuk menentukan apakah benjolan dan penyebab perubahan pada payudara merupakan tanda dan gejala awal dari kanker payudara.

Adapun, pemeriksaan yang bisa dilakukan oleh dokter meliputi pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti mammografi, magnetic resonance imaging (MRI), dan USG. Jika dari hasil pemeriksaan terdapat kecurigaan akan adanya kanker, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan biopsi.

“Untuk wanita yang berusia di atas 40 tahun itu bisa melakukan screening mamografi, itu di Rontgen dan yang dicari tanda-tanda sel ganas. Tapi kalau wanita itu usianya di bawah 40 tahun, maka pemeriksaan yang dilakukan adalah ultrasonografi atau USG. Sekarang kan udah cukup maju, ada USG 3D juga, jadi bisa dideteksi tanda-tanda awal ganas untuk yang belum bisa di-mamografi,” terang dr. Kristina.

Nah Beauty, jangan segan untuk melakukan pengecekan payudara secara rutin ya, kan demi kebaikan kamu. So, semoga informasinya bermanfaat ya!

Halaman: