Menu

Bisa Pulang ke Indonesia, Begini Kisah Dua Buruh Migran Wanita yang Jadi Korban Perdagangan Orang

Jasmine Rahmanizahra Sumirat
14 Oktober 2021 14:30 WIB
Bisa Pulang ke Indonesia, Begini Kisah Dua Buruh Migran Wanita yang Jadi Korban Perdagangan Orang

Satria sedang menceritakan kisahnya mengalami diskriminasi saat menjadi buruh migran. (Jasmine Rahmanizahra/Edited by HerStory)

“Waktu itu setelah saya sampai di Riyadh, saya malah ditinggal dengan tiket hangus,” tambahnya.

Satria pun akhirnya menunggu beberapa hari hingga ada yang menjemputnya untuk bisa sampai ke Madinah. Namun, karena beban pekerjaan yang cukup berat, Satria memutuskan untuk kembali ke Indonesia menggunakan bantuan agen.

Tetapi, ia malah menerima tindakan diskriminatif dengan bentuk kekerasan yang dilakukan oleh agen tersebut.

“Ketika saya lapor ke agen untuk minta bantuan agar dapat dipulangkan, saya malah didorong dari pintu pagar hingga dapur. Tapi saya tetap bertahan disana sampai dua bulan hingga akhirnya mereka memberikan surat perjanjian,”

Namun, akhirnya dengan bantuan instansi terkait, Satria dapat kembali pulang ke Indonesia.

Kisah yang sama pun terjadi pada Martini yang dijanjikan untuk bisa bekerja di Turki. Namun, ia justru malah diterbangkan ke Libya dengan alasan yang tidak jelas.

Halaman: