Mata kering. (Pinterest/Freepik)
Dalam kesempatan yang sama, Dr.dr. Gitalisa Andayani, Sp.M(K), Dokter Spesialis Mata Konsultan RSCM-FKUI juga menegaskan, tanpa penanganan secara dini dan berkelanjutan, AMD akan terus memburuk dari waktu ke waktu terutama Degenerasi Makula terkait Usia tipe basah (wet AMD). Bisa dikatakan wet AMD menjadi penyebab utama kehilangan penglihatan permanen yang parah pada orang di atas usia 60 tahun.
“Age-related macular degeneration (AMD) sendiri merupakan kerusakan makula, yaitu pusat fokus penglihatan pada retina mata kita. Terjadi perubahan anatomi makula, yang menyebabkan gangguan fungsi penglihatan mulai dari distorsi bentuk atau penglihatan buram, hingga buta pada penglihatan sentral. Akibatnya pasien tak dapat membaca, menulis, bahkan melihat wajah orang di hadapannya,” jelas dr. Gitalisa.
AMD sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu AMD kering (dry AMD) dan AMD basah (wet AMD). Pada AMD kering terjadi kerusakan makula secara bertahap, biasanya selama bertahun-tahun, karena sel-sel retina mati dan tidak diregenerasi. Sekitar 10% hingga 15% orang dengan AMD kering, penyakitnya akan berkembang menjadi AMD basah.
Pada AMD basah, terjadi pertumbuhan pembuluh darah abnormal ke dalam makula, sehingga terjadi perdarahan atau akumulasi cairan di makula. Akibatnya, akan timbul jaringan parut pada makula yang menyebabkan pasien kehilangan penglihatan sentralnya (kebutaan). AMD basah sering berkembang dengan sangat cepat dan dapat menyebabkan kehilangan daya lihat yang sangat signifikan.
“Pada dasarnya faktor risiko utama dari AMD adalah usia. Namun beberapa faktor lain seperti faktor genetik dan merokok, juga bisa meningkatkan risiko AMD. AMD biasanya terjadi pada orang berusia di atas 60 tahun, tetapi dapat terjadi lebih awal. Mereka yang memiliki faktor risiko ini tentu harus waspada, karena jika tidak ditangani dengan baik, AMD bisa mengakibatkan komplikasi hingga kebutaan, bahkan juga memengaruhi kesehatan mental seperti risiko depresi dan isolasi sosial yang lebih tinggi,” terang Dr. Gitalisa.
Terkait pengobatan Dr. Gitalisa menambahkan, AMD kering biasanya tak mengakibatkan kehilangan penglihatan total, dan saat ini belum ada pengobatan yang efektif. Namun, terapi pada AMD basah telah mengalami perkembangan pesat dalam dua dekade terakhir, salah satu obat adalah Aflibercept yang dapat menghambat faktor pertumbuhan endotel anti- vaskular (vascular endothelial growth factor atau VEGF). Terapi dengan Aflibercept dilakukan dengan cara suntikan ke dalam bola mata (intravitreal), dapat memperlambat pertumbuhan pembuluh darah abnormal dan mencegah kerusakan makula lebih lanjut, sehingga mencegah kebutaan.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.