Potret Ayu Dewi saat mengajarkan anak menyetrika baju. (Instagram/mrsayudewi)
Hama kemandirian selanjutnya adalah rasa ingin buru-buru yang gak bisa dikendalikan.
Anak, menurut Sarra, butuh proses untuk mencapai kemandiriannya. Seperti halnya orang tua, butuh waktu untuk membuat anak menjadi terbiasa melakukan tanggung jawabnya.
Gak cuma buru-buru, kebanyakan para Moms juga maunya anak melakukan sesuatu dengan rapi, sementara anak lagi-lagi memerlukan proses.
Misalnya saat melatih anak untuk makan sendiri. Berantakan, nasi bertebaran di lantai, adalah hal yang biasa. Selesai makan, ada baiknya mengajarkan anak untuk merapihkan sisa makanan yang ada di lantai.
"Tapi ini tidak. Karena maunya rumah selalu rapih, akhirnya anak disuapi, gak jadi dilatih untuk makan sendiri," ujar Sarra, sebagaimana dikutip dari farah.id.
Terakhir, bentuk hama kemandirian adalah karena adanya banyak tangan. Mungkin Moms merasa gak sanggup untuk mendidik anak mandiri seorang diri.Lalu, minta bantuan kepada Dads atau nenek dan kakeknya.
Tapi tahu gak Moms, biasanya pola pengasuhan Dads nenek atau kakek itu berbeda dengan yang Moms terapkan. Nah, jangan heran jika akhirnya anak bingung harus mengikuti pola pengasuhan yang mana, kan?
Nah, semoga informasinya bermanfaat ya Moms!
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.