Menu

Ngeri! Kanker Paru Duduki Peringkat Pertama sebagai Pemicu Kematian, Ini yang Harus Kita Lakukan

23 November 2021 20:45 WIB
Ngeri! Kanker Paru Duduki Peringkat Pertama sebagai Pemicu Kematian, Ini yang Harus Kita Lakukan

Diskusi Publik #LungTalk bertajuk "Urgensi penyintas Kanker Paru Terhadap Akses Pengobatan Inovatif". (Press Release)

Skrining kanker paru adalah upaya mendiagnosis kanker sebelum terjadi gejala. Skrining diharapkan dapat dilakukan pada usia dewasa, risiko tinggi yaitu riwayat merokok, perokok pasif, atau bekas perokok, riwayat pajanan pekerjaan, riwayat genetik kanker, dan riwayat fibrosis paru.

Sedangkan deteksi dini adalah upaya untuk mendeteksi kanker dalam stage yang lebih dini, saat terjadi gejala yaitu batuk, batuk darah, sesak napas, nyeri dada.

Deteksi dini kanker paru hendaknya disatukan dengan program deteksi dini TB paru, sehingga dapat terdeteksi di stadium dini. Skrining dan deteksi dini dapat dilakukan melalui CT scan toraks dosis radiasi rendah (Low-dose CT thorax). 

Megawati Tanto selaku Koordinator CISC Paru, mengutarakan bahwa gerakan nasional IPKP ini juga merupakan wadah yang tepat bagi para penyintas untuk bertukar informasi dengan harapan bisa menyuarakan aspirasi pasien kepada semua pemangku kepentingan terkait.

“Di Bulan Kesadaran Kanker Paru ini, selain meningkatkan upaya pencegahan saya berharap akses pengobatan berkualitas juga dapat ditingkatkan. Seyogyanya BPJS Kesehatan menjamin pengobatan sesuai subtipe kanker parunya, mengingat jumlah pasien yang datang berobat, mayoritas terdiagnosis stadium lanjut dan kematian akibat kanker paru adalah yang tertinggi dan terus meningkat."tutupnya. 

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman:

Artikel Pilihan