Menu

Jangan Cemas Lagi Beauty, Begini Tips Jitu Atasi Anxiety!

Riana Agustian
25 November 2021 18:35 WIB
Jangan Cemas Lagi Beauty, Begini Tips Jitu Atasi Anxiety!

Psikolog Klinis, Tara de Thouars, (Instagram/@tara_dethouars)

HerStory, Bogor —

Beauty, apakah kamu sering merasakan rasa cemas yang luar biasa? Ya, semua orang pasti pernah merasa cemas alias anxiety, dan ini merupakan hal yang normal, apalagi jika sedang dirundung masalah. Namun hati-hati Beauty, jika rasa cemas muncul secara berlebihan atau sering. Bisa jadi itu merupakan tanda gangguan kecemasan lho.

Saat sesi virtual press conference TALKINC ‘Unlocking Limitless Imagination’, Psikolog klinis, Tara de Thouars, mengatakan, tubuh manusia sendiri didesain untuk bisa survive. Kata dia, ada mekanisme dalam tubuh kita untuk bisa survive. Nah mekanisme survive tersebut ada di bagian otak kita.

“Jadi otak kita itu ada semacam alarm, yang fungsinya untuk memberikan tanda pada tubuh kita kalau seandainya kita sedang mengalami situasi yang membahayakan atau yang mengancam. Tubuh kita juga punya radar untuk mendeteksi bahaya. Radarnya adalah anxiety.Jadi saat kita anxiety,maka tandanya kita sedang merasa ada hal-hal yang sedang mengancam diri kita. Ancamannya sendiri macem-macem. Bisa kegagalan, bisa ditolak, bisa melakukan melakukan kesalahan, dinilai negative sama orang lain, bisa sakit, dikhianati, direndahkan, dll,” kata Tara, saat sesi virtual press conference TALKINC ‘Unlocking Limitless Imagination’, sebagaimana dipantau HerStory, Kamis (25/11/2021).

Lebih lanjut, Tara pun membeberkan cara untuk mengatasi anxiety. Yang pertama, kata Tara, pikirkan bahwa kecemasan itu hanyalah sebuah reminder bukan reality. Karena menurut Tara, ketika kita survive, otak kita butuh melindungi diri kita dengan berpikir yang mencemaskan.

“Jadikan pikiran ini sebatas reminder, otak kita cuma ngasih tahu bahwa “eh hati-hati ya nanti kamu bisa gagal, eh hati-hati nanti kamu bisa dimarahin, dll”. Tapiitu cuma sebatas reminder yang membuat kita bereaksi berlebihan. Kita jangan melihatnya sebagai realita bahwa itu benar pasti akan terjadi. Kalau seperti itu, kita akan terus ketakutan kan. Akhirnya kita jadi nggak bisa berpikir, akhirnya otak merah akan nyala terus karena kita merasa ancaman itu rill, padahal itu adalah reminder. Jadi usahakan ingetin diri sendiri sama kita ingetin ke ke diri sendiri “oke ini cuman reminder, bukan kenyataan,” pesan Tara.