Menu

Cerita Neysa di Balik Havilla Tea yang Bukan Sekadar Tempat Mata Pencaharian: Kita Pengen Mereka Tumbuh Secara Pribadi

Shilvia Restu Dwicahyani
26 November 2021 10:15 WIB
Cerita Neysa di Balik Havilla Tea yang Bukan Sekadar Tempat Mata Pencaharian: Kita Pengen Mereka Tumbuh Secara Pribadi

Neysa Valeria, Founder of Havilla Tea. (Dok. Pribadi)

Melihat industri teh di Indonesia menjadi salah satu minuman tradisonal, yang membedakan Havilla dengan teh lainnya adalah lebih mengedepankan personalisasi seperti bisa customize untuk semua jenis teh yang ada. Tentunya dengan beragam jenis teh yang dimilikinya.

Baik itu konsumen baru, retail, cafe sampai perusahaan menyediakan jasa konsultasi misalnya untuk siganture-nya itu sendiri. Sebagai contoh ingin mengedepankan dari segi rasa atau warna dari minumannya. 

"Karena ini sesuatu yang baru, banyak customer itu yang bingung kalau memilih teh. Karena teh ini minuman sesuatu yang harus dicoba dan dicium. Tapi ini kita jualan secara online, jadi cara kita untuk menjembataninya adalah dengan memberikan pelayanan dimana orang berkonsultasi," papar Neysa mengenai inovasi yang dimiliki Havilla terhadap para pelanggannya. 

Saat berkonsultasi, tim Havilla akan mengajukan beberapa pertanyaan seperti makanan yang disukai asin atau manis, merokok, minum kopi setiap hari. 

Berangkat dari pertanyaan tersebut membantu Havilla Tea merekomendasikan varian yang sesuai sebagai part of service-nya. 

"Kita akan berusaha mengakomodir sesuai dengan antara itu kepribadiannya, kebiasaan orangnya, dan juga tentunya selera orangnya," tambah Neysa. 

Jatuh bangun Neysa dan tim dalam menjalani Havilla menjadi tantangan tersendiri yang membuat mereka bisa naik kelas. Disampaikan Neysa kunci kesuksesan dari Havilla adalah konsistensi dan persisten. 

"Keluarkan mimpi walaupun sebanyak tantangan tapi pada akhirnya kita pasti bisa ngelewatinnya. Hasilnya enggak akan bohong karena selama kita konsisten dan persisten menjalankan apa yang kita percaya,"pungkasnya. 

Halaman: