Beauty, ada perkembangan terbaru dari pengobatan virus corona. Kamu pasti tahu beberapa hari lalu pihak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau Indonesia untuk menghentikan penggunaan hydroxychloroquine atau hidroklorokuin untuk mengobati pasien COVID-19 karena masalah keaman. Namun, baru-baru ini WHO mengabarkan sedang melanjutkan studi obat malaria ini untuk mengobati pasien COVID-19.

Setelah meninjau kembali studi mengenai klorokuin, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. mengatakan tidak ada alasan untuk menghentikan uji coba obat yang ditujukkan untuk mengobati malaria ini.

Baca Juga: WHO Hentikan Penggunaan Obat Klorokuin untuk Pasien Corona, Kenapa Ya?

"Kelompok eksekutif menerima rekomendasi ini dan mendukung kelanjutan penelitian dari semua uji coba program Solidarity Trial ini termasuk klorokuin," katanya seperti dilansir dari CNBC (5/6/2020).

WHO sempat menangguhkan uji coba klorokuin karena ada penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet menunjukkan bahwa obat ini berisiko fatal saat digunakan oleh pasien corona. Namun, penelitian itu kini sedang dikaji ulang oleh para ilmuwan.

"Tidak ada bukti bahwa obat apa pun benar-benar bisa mengurangi risiko kematian pada pasien yang memiliki Covid-19," tambahnya.

Baca Juga: Meski Dilarang WHO, Indonesia Masih Menggunakan Klorokuin untuk Mengobati Pasien Corona

"WHO berkomitmen untuk mempercepat pengembangan terapi, vaksin, dan diagnostik yang efektif sebagai bagian dari komitmen kami untuk melayani dunia," sambungnya.

Selain malaria, hydroxychloroquine sering digunakan oleh dokter untuk mengobati rheumatoid arthritis dan lupus. Obat ini diketahui memiliki efek samping yang serius, termasuk kelemahan otot dan aritmia jantung.