Akibat pandemi virus corona, imunisasi anak jadi tersendat. Orang tua khawatir membawa si kecil ke rumah sakit di tengah mewabahnya COVID-19. Padahal menurut para ahli, imunisasi pada anak sangat penting dilakukan dan jangan sampai terlambat dilakukan.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, drg R Vensya Sitohang, MEpid, menyebutkan tahun 2020 ini ada penurunan tren imunisasi dibandingkan tahun lalu hingga 4,7%.

Baca Juga: Kenapa Sih Vaksin dan Imunisasi Penting untuk Si Kecil?

"Perlu saya sampaikan juga bahaya tidak diimunisasi itu sama bahayanya atau bahkan lebih bahaya daripada dengan COVID-19-nya," tuturnya dalam siaran pers BNPB 'Pentingnya Imunisasi Anak di Tengah Pandemi COVID-19' di YouTube, Senin (8/6/2020).

Bukan tanpa sebab, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa melewatkan imunisasi pada anak akan mendatangkan malapetaka.

"Itu sudah ada penelitiannya bahkan di negara-negara lain mengatakan jangan sampai mencegah COVID-19-nya kena, malah terkena penyakit-penyakit yang sudah dapat dicegah dengan imunisasi," sambungnya.

Baca Juga: Meski Tersendat Pandemi, Dokter: Anak Tetap Wajib Vaksin dan Imunisasi!

Sepakat dengan drg. Vensya, Ketua Bidang Hubungan Masyarakat dan Kesejahteraan Anggota Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof Dr dr Hartono Gunardi, SpA(K), pun mengingatkan orang tua jangan sampai terkecoh akan pentingnya imunisasi karena adanya pandemi COVID-19.

"Jangan sampai memicu double outbreak. Sudah kita mengalami pandemi COVID-19, ada lagi outbreak lain. Misalnya campak, campak ini bahkan lebih berbahaya dari COVID-19. COVID-19 bisa menularkan ke 2 hingga 3 orang, campak bisa menularkan 18 orang. COVID-19 dropletnya bisa menyebar hingga 2 meter, campak ini lebih dari 6 meter," katanya.