Pandemi virus corona membuat jadwal vaksin anak tersendat. Padahal vaksin anak seharusnya dilakukan sesuai dengan jadwalnya. Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan demi memperkuat daya tahan tubuh si kecil yang masih dalam tahap perkembangan.

Hal tersebut dibeberkan oleh dr. Citra Amelinda, SpA, IBCLC, MKes, selaku Konsultan pediatri ZAP Clinic. Ia mengatakan bahwa anak-anak rentan terpapar penyakit. Oleh sebab itu, wajib hukumnya untuk anak mendapatkan vaksin yang lengkap dan dilakukan sesuai jadwalnya.

Baca Juga: Kenapa Sih Vaksin dan Imunisasi Penting untuk Si Kecil?

Baca Juga: Waspada, Penggunaan Masker untuk Anak di Bawah 2 Tahun Bisa Berbahaya! Kenapa Begitu?

Baca Juga: Kasus Corona pada Anak Masih Melonjak, IDAI Sarankan Sekolah Tak Dibuka Hingga Desember

"Anak-anak terutama bayi, belum punya perlindungan apapun dan sangat rentan terhadap infeksi-infeksi yang harusnya bisa dicegah dengan vaksin. Jadi jangan sampai dia keburu kena penyakit, kalau sudah sakit komplikasinya berat dan untuk tumbuh kembangnya akan masalah," bebernya saat ZAP Virtual Press Conference, Kamis (4/6/2020).

Meskipun kini terjadi pandemi corona, si kecil tetap harus melakukan vaksin. Penundaan vaksin boleh dilakukan ketika anak mengalami kondisi yang kurang sehat, seperti demam, selebihnya tak jadi masalah untuk menjalani vaksin selama berkonsultasi dahulu dengan dokter anak.

"Kalau terpaksa menunda berapa lama? Kalau sekarang dari IDAI memang harus dilanjutkan. Kalau tertundanya karena sakit bisa saat udah sehat, sebaiknya tidak ditunda," ujar Citra.

Anak wajib untuk vaksin mulai dari usia 0-18 bulan. Jika melewatkan vaksin, itu akan membahayakan kesehatan anak hingga menyebabkan kematian.