Seperti pemberitaan baru-baru ini, virus corona dikabarkan tak bermutasi menjadi lebih berbahaya. Hal itu pun dibenarkan oleh pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal tersebut merujuk pada cara virus, seperti pada penyeakit flu berubah atau bermutasi seiring berjalannya waktu.

Seorang ahli epidemiologi penyakit menular WHO, Dr. Maria Van Kerkhove, mengatakan bahwa para ilmuwan dari seluruh dunia yang mempelajari virus corona belum menemukan virus tersebut bermutasi sedemikian rupa sehingga akan menimbulkan ancaman yang lebih besar bagi semua orang. Dia mengatakan dalam briefing baru-baru ini bahwa ini hanyalah perubahan normal yang biasanya dialami oleh virus.

Baca Juga: Menunjukkan Hasil Positif! Penelitian: Mutasi Virus Corona Tak Meningkatkan Penularan

“Ada perubahan normal pada virus ini dari waktu ke waktu. Sejauh ini tidak ada perubahan yang mengindikasikan bahwa virus itu sendiri berubah dalam hal kemampuannya untuk menularkan atau menyebabkan penyakit yang lebih parah,” kata Van Kerkhove melansir dari Medical Daily (11/6/2020)

Meskipun virus corona tidak bermutasi, itu masih bisa mengancam kesehatan manusia. Oleh sebab itu, Van Kerkhove memperingatkan bahwa pandemi masih belum selesai.

Ini berarti bahwa melonggarkan lockdown dan menyepelekan tindakan pencegahan masih dapat menimbulkan ancaman jika gelombang kedua menghantam dunia.

Baca Juga: WHO: Belum Saatnya Berhenti Menanggulangi Wabah Virus Corona!

“Sangat sulit untuk mempertahankan semua langkah-langkah ini dan kita harus tetap kuat dan waspada agar pemerintah terlibat penuh dan orang-orang terlibat penuh. 

"Dalam beberapa situasi, langkah-langkah pencegahan penularan virus corona mungkin perlu diperkenalkan kembali dan itu mungkin membuat orang frustasi. Namun, jika orang sudah mulai cuek dengan ancaman virus ini, itu bisa membuat virus lebih berbahaya karena orang menjadi puas diri," imbaunya.