Beauty, ada hal yang perlu kamu ketahui nih! Berdasarkan dengan hasil penelitian terbaru, sampel darah dari pasien yang menderita SARS pada tahun 2003 dilaporkan mengandung antibodi yang tampaknya dapat memblokir virus penyebab penyakit COVID-19.

Setelah menginfeksi jutaan manusia di berbagai belahan dunia, penularan virus corona kini sudah mulai mereda. Namun, hal itu tak menjadi alasan para ilmuwan dan peneliti merasa tenang. Justru sebaliknya, mereka semua bekerja keras untuk mengembangkan vaksin yang dapat menghentikan penularan virus corona untuk selamanya.

Baca Juga: Menunjukkan Hasil Positif! Penelitian: Mutasi Virus Corona Tak Meningkatkan Penularan

Melansir laman Medical Today (15/6/2020), kini sebuah studi baru dari sebuah perusahaan biotek menyatakan bahwa sampel darah dari seorang pasien yang menderita SARS mengandung antibodi yang tampaknya dapat memblokir SARS-CoV-2, virus penyebab seseorang terinfeksi COVID-19. Para peneliti mengatakan bahwa penemuan baru ini berpotensi dapat membantu dalam melawan virus corona, asalkan itu benar-benar dapat memblokir virus.

Antibodi adalah bagian dari respons kekebalan seseorang terhadap benda asing yang dapat membahayakan sistem di dalam tubuh, seperti virus. Dan antibodi khusus ini, yang sekarang dijuluki S309, menunjukkan kemampuan yang kuat dalam menonaktifkan protein lonjakan pada virus corona yang memungkinkannya memasuki sel-sel dalam tubuh.

Baca Juga: Ahli Sebut Tes Antibodi Tak Akurat untuk Corona, Kenapa Begitu?

Karena itu, para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington serta beberapa penulis yang bekerja pada penelitian ini sekarang dilaporkan bekerja bersama Vir Biotechnology untuk mengembangkan terapi yang didasarkan pada temuan penelitian ini.

Meski begitu, masih perlu lebih banyak penelitian yang dilakukan untuk menguji apakah antibodi ini dapat benar-benar memblokir virus corona dalam tubuh manusia.