Indonesia perlahan-lahan telah memasuki masa New Normal. Meskipun virus corona belum sepenuhnya hilang, beberapa aktivitas sudah mulai berjalan kembali, salah satunya kegiatan perkantoran. Oleh sebab itu, kita harus lebih menjaga kesehatan agar terhindar dari infeksi virus corona. Salah satu caranya adalah dengan rajin menggunakan masker.

Berdasarkan penelitian terbaru, masker berperan besar untuk mencegah penularan virus corona. Seperti diketahui bahwa virus corona menyebar melalui transmisi udara, oleh sebab itu penggunaan masker merupakan cara paling efektif untuk menghentikan penyebaran dari orang yang terinfeksi ke orang sehat.

Baca Juga: Banyak Mitos Keliru Soal Penggunaan Masker Saat Pandemi Corona! Yuk, Simak Faktanya Berikut Ini...

Sebuah tim peneliti di Texas dan California membandingkan tren tingkat infeksi Covid-19 di Italia dan New York sebelum dan sesudah mewajibkan penggunaan masker. Menurut penelitian yang diterbitkan di Prosiding National Academy of Sciences, kedua negara tersebut infeksi virus corona mulai merata setelah mewajibkan penggunaan masker.

Para peneliti menghitung bahwa memakai masker wajah mencegah lebih dari 78.000 infeksi di Italia antara 6 April hingga 9 Mei 2020 dan lebih dari 66.000 infeksi di New York City antara 17 April dan 9 Mei.

"Memakai masker wajah di depan umum merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah penularan antar manusia," tulis para peneliti seperti dikutip dari CNN (16/6/2020).

Baca Juga: Para Ilmuwan Kembangkan Masker yang Bisa Deteksi Virus Corona, Seperti Apa Ya?

"Menggunakan masker, melakukan lockdown, karantina, dan pelacakan kontak secara simultan, merupakan cara yang paling efektif untuk menghentikan pandemi COVID-19, sebelum pengembangan vaksin," tegasnya lagi.

Para peneliti mengukur efektivitas berbagai strategi untuk menghentikan penyebaran infeksi dan menentukan bagaimana penyebaran virus tersebut. Virus dapat menyebar melalui kontak langsung ketika seseorang batuk atau bersin di depan orang lain. Ada juga penularan secara kontak tidak langsung, ketika seseorang batuk atau bersin pada suatu benda yang kemudian disentuh oleh orang lain atau di udara melalui tetesan besar yang jatuh dengan cepat ke tanah dan tetesan kecil, yang disebut aerosol.

Baca Juga: Jadi Tim Gugus Tugas COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro Bagikan Tips Buat Masker Kain

Untuk menentukan bagaimana metode penularan utama virus, para peneliti menganalisis tren tingkat infeksi di tiga pusat pandemi, Wuhan, Cina, Italia, dan kota New York. Para peneliti menemukan tingkat infeksi di Italia dan NYC mulai melambat setelah ada aturan untuk wajib menggunakan masker.

“Penutup wajah mencegah penularan melalui udara dengan menghalangi atomisasi dan inhalasi aerosol yang mengandung virus dan transmisi kontak dengan menghalangi penumpahan tetesan virus,” tulis mereka.