Ilustrasi seseorang yang merasa depresi (Pinterest/Edited by Herstory)
Siapa saja bisa mengalami depresi lho Moms, termasuk anak-anak.Penyebabnya memang belum diketahui secara pasti, tapi ahli kesehatan mental sedunia sepekat bahwa ada sejumlah faktor risiko penyebab depresi yang paling umum. Beberapa di antaranya bahkan tak bisa dicegah.
Terkadang suasana yang gak nyaman atau pertengkaran dengan teman juga bisa memicu depresi pada anak. Hal ini memang anak-anak sering mengalami perubahan suasana hati atau mood. Berikut ini hal-hal yang tak disangka-sangka bisa memicu depresi pada anak yang telah Her Story rangkum, antara lain:
Maraknya media sosial ternyata menjadi salah satu sumber pemicu persaingan, lho Moms. Semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk bermain media sosial, makin tinggi pula risiko tekanan mental yang dialami. Bahkan bisa saja berujung pada stres hingga depresi, lho Moms.
Apalagi kalau anak juga mengalami cyberbullying saat bermain media soisal. Tentu dampaknya akan sangat berpotensi menyerang psikis, ya.
Baca Juga: Lakukan 3 Hal Ini dengan Pasangan Tiap Pulang Kerja, Bisa Kurangi Stres Lho
tingginya tuntutan akademis, ekspektasi orang tua, bahkan adanya perilaku bullying yang dilakukan teman-te,an di sekolahnya juga bisa menjadi pemicu depresi pada anak, lho Moms. Tentu ini menjadi hal yang penting untuk Moms perhatikan sebagai orang tua.
Banyak anak remaja yang berubah jadi labil dan patah hati, seolah dunia berakhir saat mengalami masalah percintaan. Bahkan tak sedikit lho Moms depresi yang disebabkan putus cinta hingga berujung pada bunuh diri.
Ternyata, anak-aak juga bisa berpikiran negatif, ya Moms. Nah, kalau pikiran terus-terusan dipenuhi pikiran negatif, apalagi sudah menjadi kebiasaan, ini bisa menjadi penyebab depresi pada anak, lho.
Kalau keluarga dekat si anak memiliki riwayat depresi, ini juga menigkatkan risiko anak mengalami depresi, lho Moms. Ini karena pengaruh dari genetik turut berperan menjadi penyebab depresi yang dialami oleh anak-anak.
Tak hanya faktor gentik saja, faktor biologis juga bisa menjadi penyebab anak-anak mengalami depresi. Kondisi ini bisa terjadi karena adanya gangguan pada neurotransmitter atau bahan kimia pada otak manusia. Nah, terganggunya otak manusia ini bis aberakibat pada meningkatnya faktor risiko anak remaja mengalami depresi, Moms.
Meski hal ini wajar bagi orang dewasa, tapi tidak untuk anak-anak, ya Moms. Pertengkaran orang tua bisa memicu depresi pada anak, apalagi kalau sampai berujung pada perceraian. Bahkan anak bisa saja mengalami stres berat dan berakhir depresi, Moms.
Baca Juga: Cara Jitu Kelola Stres Saat Mengasuh Anak ala Mona Ratuliu, Moms Wajib Banget Tahu!
Salah satu penyebab depresi pada anak bisa disebabkan oleh trauma masa kecilnya, ya Moms. Bisa jadi, anak-anak mengalami pelecehan fisik atau emosional, hingga akhirnya mengalami depresi.
Perubahan bentuk tubuh karena pubertas, pentingnya pertemanan, percintaan, ekspektasi orang tua, sampai hal kecil timbulnya jerawat bisa menjadi penyebab depresi pada remaja, lho Moms. Ini karena rasa percaya diri yang rendah, minder, bahkan tak mampu bersaing menjadi penyebab anak-anak menjadi stres dan berujung depresi.
Adanya rasa kehiangan yang amat mendalam juga bisa memicu depresi pada anak, Moms. Misalnya, baik salah satu atau kedua orang tua, kemtian hewan peliharaan kesayangan, bahkan rasa kehilangan karena pindah rumah pun ternyata bisa jadi penyebab depresi pada anak. Ini karena rasa kehilangan dapat meningkatkan risiko putus asa hingga depresi.
Baca Juga: Wow! Gak Hanya Coklat, Ternyata Makanan Ini Ampuh untuk Hilangkan Stress
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.