Ilustrasi anak yang belum bisa mengendalikan emosinya. (Freepik/master1305)
Depresi merupakan gangguan kesehatan mental serius yang bisa membahayakan jiwa anak bila orang tua tak jeli mengenali gejalanya, lho Moms. Bahkan semakin lama anak depresi, akan semakin besar pula keinginannya untuk menyakiti diri sendiri bahkan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, lho MOms.
Nah, sebelum terlambat, yuk Moms segera kenali beberapa gejala depresi pada anak berikut ini.
Anak yang depresi cenderung memendam segala perasaan yang dialaminya. Tapi, sekali ia mengungkapkan perasaanya bisa meluap tak terkendali meskipun hal kecil dan sepele yang sebenarnya tak mengganggu.
Jadi, kalau melihat si kecil menunjukkan perilaku ekstrim seperti tambah agresif dan berulah atau menjadi sensitif dan sering murung, jangan langsung dimarahi, ya Moms. Bisa jadi itu adalah tanda kalau anak sedang butuh bantuan, karena sudah kewalahan dengan perasaan yang ia pendam.
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Alami Gangguan Mental dalam Pernikahan, Waspada Moms!
Moms, waspada ya, kalau si kecil mengucilkan diri dari teman dan keluarga, seperti menarik diri dari pergaulan, terlihat menghindari komunikasi dengan orang lain, atau suka mengurung diri sendirian. Ini tentu berbeda dengan anak pendiam yang masih bisa diajak berinteraksi dan beraktivitas bersama, ya Moms. Anak depresi cenderung dengan sengaja membatasi komunikasi dan kehadiran orang lain.
Sering mengeluh sakit kepala juga bisa menjadi pertanda kalau si kecil sedang depresi, lho Moms. Besar kemungkinan keluhannya berasal dari stres atau depresi yang dirasakannya.
Kehilanagn keinginan dan kemampuan untuk merasa senang adalah salah satu gejala depresi pada anak yang sudah terientifikasi dengan jelas sejak usia 3 tahun, Moms. Anak yang depresi cenderung merasa gak berenergi dan malas bergerak, bahkan untuk bermain atau melakukan aktivitas yang biasanya dilakukannya dengan penuh semangat.
Baca Juga: Jangan Remehkan! Mental Block Bisa Bebani Psikis dan Fisik, Cegah dengan Cara Ini
Gejala depresi pada anak yang paling mudah dikenali yaitu perubahan drastis dalam pola hidupnya. Pola makan anak bisa terganggu karena serin melewatkan waktu makan dengan alasan gak lapar dan kalau makanpun porsinya sangat sedikit.
Selain itu, ini juga terlihat dari pola tidur anak yang juga tak teratur.Pasalnya, pada siang hari, ia sering emrasa lesu dan lebih memilih tidur tapi malamnya malah bisa terjaga hingga dini hari.
Pikiran dan perasaan berat yang dipendam oleh anak depresi cenderung membuatnya sering melamun saat jam pelajaran, Moms. Ia juga sering mengerjakan PR karena tak bisa fokus dan konsntrasi pada tugas yang diberikan maupun mengingat kembali pelajaran yang diberikan di sekolah. Akibatnya, prestasi sekolahnya pun akan ikut menurun juga, Moms.
Nah, kalau gejala tersebut sudah berlangsung selama dua minggu, Moms perlu segera membawa anak ke dokter untuk memastikan penyebabnya apakah disebabkan oleh penyakit atau gangguan kesehatan fisik.
Berikutnya, lanjutkan dengan evaluasi esehatan mental oleh psikolog anak bila ternyata tak ada masalah dengan kesehatan fisiknya. Ingt ya Moms, deteksi dini gejala depresi pada anak itu sama pentingnya dengan penyakit yang membahayakan nyawa anak, lho Moms.
Baca Juga: Kenali Gejala Awal Penyakit Diabetes, Jangan Disepelekan! Lakukan 4 Hal Ini, Moms!
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.