New Normal sudah diterapkan di Indonesia. Namun, virus corona masih berkeliaran di luar sana dan mengintai kesehatan manusia. Oleh sebab itu, berbagai penelitian masih terus dilakukan demi menemukan obat dan vaksin untuk basmi virus corona.

Baru-baru ini, penelitian dari Inggris menyebut obat dexamethasone bisa mengobati pasien COVID-19 akut. Hal itu pun menghebohkan publik mengingat obat dexamethasone mudah didapat dengan harga yang terjangkau. Untuk itu, dr. Reisa Broto Asmoro selaku Anggota Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, mengimbau masyarakat untuk tak sembarangan mengonsumsi obat dexamethasone.

Baca Juga: Dexamethasone Disebut Kurangi Risiko Kematian Pasien Corona Akut, Ini Tanggapan WHO

"WHO mengeluarkan rilis yang merekomendasikan penggunaan obat dexamethasone. Namun mohon berhati-hati karena dosis dan lama penggunaannya diberikan berdasar usia dan reaksi terhadap obat tersebut," imbaunya saat konferensi pers di BNPB, Jumat (20/6/2020).

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa obat dexamethasone bukan ditujukkan untuk pasien COVID-19 dengan gelaja ringan. Obat itu digunakan tenaga medis untuk mengobati pasien COVID-19 yang sudah dalam kondisi parah.

"Obat ini direkomendasikan untuk pasien COVID-19 yang berat. Obat ini dianjurkan untuk penurunan kasus kematian 20 hingga 30%," terangnya.

Baca Juga: Ilmuwan Yakin Dexamethasone Bisa Selamatkan Pasien Corona Parah, Apa Alasannya?

"Obat ini bukan untuk terapi penyakit ringan atau OTG (orang tanpa gejala), Obat ini tidak memiliki khasiat pencegahan. Ini bukan penangkal COVID-19, ini bukan vaksin," sambungnya.

dr. Reisa pun menjelaskan penggunaan obat dexamethasone secara sembarangan dapat memicu efek samping yang bisa membahayakan kesehatan.

"Selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat ini, agar tidak terjadi efek samping," ungkapnya.