Menu

Perjalanan Karier Owner KAMI: Istafiana Candarini, Kejar Passion Hingga Sukses di Bisnis Fesyen

Noorma Amalia Siregar
13 Januari 2022 22:15 WIB
Perjalanan Karier Owner KAMI: Istafiana Candarini, Kejar Passion Hingga Sukses di Bisnis Fesyen

Pendiri KAMI yautu Istafiana Candarini, Nadya Karina, dan Afina Candarini (Press Release/Edited by Herstory)

HerStory, Medan —

Membangun sebuah bisnis bukanlah perkara yang mudah. Butuh keuletan dan kerja keras untuk terjun ke dunia bisnis salah satunya di bidang fesyen.

Hal tersebut juga dirasakan oleh pendiri KAMI, brand lokal di bidang modest fashion yang sudah berdiri sejak 2009 silam. Menariknya, perusahaan ini didirikan oleh tiga sekawan yaitu Istafiana Candarini, Nadya Karina, dan Afina Candarini.

Ketiganya bertemu usai merasa jenuh dan merasa tak nyaman dengan pekerjaan sebelumnya. Demi mengejar passion, akhirnya Istafiana Candarini berani untuk keluar dari pekerjaannya dan memutuskan untuk menggeluti bisnis bidang fesyen bersama rekannya.

“Keputusan untuk meninggalkan (keluar dari pekerjaan lama) lebih kayak pemenuhan kebutuhan untuk berkreasi. Jadi kalau dulu aku ngerasa gak enjoy (menikmati) di tempat kerja karena passion yang aku miliki itu kuat sekali,” ungkap Istafiana Candarini dalam wawancara eksklusif bersama Herstory (12/1/2021).

Akhirnya, pada suatu waktu  ia kembali bertemu dengan teman SMA yaitu Nadya Karina dan mulai berdiskusi. Mereka memutuskan untuk mendirikan sesuatu yang sesuai dengan minat dan juga memberi keuntungan.

Why don't we explore (kenapa kita gak menjelajahi) sesuatu yang sebenarnya bisa making money (menghasilkan uang), sesuai passion tapi bisa kita mulai dari modal yang gak terlalu besar,” ungkap CEO yang akrab disapa Irin itu.

Atas pemikiran tersebut lahirlah KAMI yang hingga kini menjadi salah satu perusahaan yang bergelut di bidang fesyen lokal Indonesia. Meski begitu, Irin mengungkapkan bawa banyak lika-liku yang sudah mereka jalani sebagai proses pembentukan jati diri.

Awalnya KAMI adalah bergerak di bisnis aksesoris. Mereka mengeluarkan produk chunky necklace yang populer era itu. 

“Jadi kita produksi lebih ke arah aksesoris, kayak chunky necklace. Tahun 2009-2010 chunky necklace yang benar-benar indie,” ungkapnya.

Halaman: