Susu (Unsplash/Brian Suman)
Salmon, sarden, herring, dan jenis ikan berlemak lainnya bermanfaat meningkatkan kesuburan berkat kadar asam lemak omega-3 yang tinggi. Kandungan lemak ini akan meningkatkan aliran darah ke organ reproduksi dan dapat membantu mengatur hormon reproduksi.
Jika tak suka ikan, kamu masih bisa mendapatkan asam lemak omega-3 dari biji rami, almond, kenari, biji labu, dan telur yang diperkaya dengan omega-3.
Karbohidrat kompleks berasal dari biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan. Ini berbeda dengan karbohidrat sederhana yang biasanya ada pada roti putih, nasi putih, sereal olahan, dan semua jenis makanan manis.
Ada hubungan antara pilihan jenis karbohidrat dan kesuburan. Mencerna karbohidrat olahan menyebabkan peningkatan gula darah dan insulin dalam tubuh - dan peningkatan kadar insulin dapat mengganggu hormon reproduksi dan mengacaukan siklus menstruasi. Tentu ini bukan hal yang baik ketika kamu mencoba untuk hamil.
Karbohidrat kompleks, di sisi lain, membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan tidak menyebabkan lonjakan kadar insulin – dan juga dapat meningkatkan ovulasi secara teratur.
Selain dikenal sebagai makanan afrodisiak, tiram adalah sumber mineral seng yang baik. Kekurangan mineral seng dapat mengganggu siklus menstruasi dan memperlambat produksi telur berkualitas baik — di mana keduanya dapat berdampak buruk pada kesuburan.
Mineral seng dalam jumlah yang lebih kecil juga bisa didapat dari makanan lainnya, termasuk daging sapi, unggas, susu, kacang-kacangan, telur, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di Suara.com
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.